Kembali
×
Kenali Kerentaan Pada Lansia
12 April 2021 14:38 WIB

Geriatri.id--Manusia dikatakan masuk usia lanjut jika sudah berumur 60 tahun ke atas. Aturan ini tertuang pada UU No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Sementara batasan yang ditetapkan Indonesia ini berbeda dengan batasan lansia yang ditetapkan oleh WHO, yaitu 65 tahun. 

Meski demikian, lansia juga dibedakan lagi berdasarkan tingkat kerentaan yang dialaminya. Menurut dr. Lazuardhi Dwipa SpPD.,K-Ger saat menjadi pembicara dalam webinar yang digelar oleh Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI), Minggu 11/04/2021, tidak semua lansia mengalami kerentaan. Dalam presentasinya yang berjudul Peran Nutrisi dan Aktivitas Fisik untuk Meningkatkan Respon Lansia terhadap Vaksin Covid-19, ia menjelaskan lebih lanjut tentang tingkatan kerentaan pada lansia. 

Kerentaan pada lansia ini umumnya dianggap hal yang wajar terjadi pada mereka yang sudah lanjut usia. Karena seiringnya usia, terjadi perubahan seperti menderita banyak penyakit atau multipatologi, gangguan status fungsional baik organ gerak ataupun internal dan juga mengalami gangguan gizi atau nutrisi. Namun, menurut dr. Lazuardhi hal ini bisa diatasi  atau diobati jika teridentifikasi dengan cepat.

Bagaimana mengetahui kalau lansia mengalami kerentaan? Tentu saja harus dilakukan pemeriksaan komprehensif atau menyeluruh terhadap berbagai masalah yang lazim dikeluhkan oleh lansia. Nantinya bisa diketahui dari keluhan lansia yang disebut syndrome geriatric yang terdiri dari beberapa hal seperti, gangguan intelektual, infeksi, penurunan respon imun, impotensi, imobilitas , susah menahan buang air kecil dan lainnya. 

dr. Lazuardhi menyebutkan jika pasien lansia datang dengan keluhan-keluhan seperti ini, di mana 1 pasien mengeluhkan 2-3 sindroma, maka bisa disebut lansia itu mengalami renta/rapuh/ringkih/frail. Kerentaan  merupakan suatu proses yang sejalan dengan menurunnya kapasitas fungsi tubuh pada proses menua.

Sarkopenia atau penurunan masa otot sendiri merupakan bagian dari kerentaan karena berkaitan dengan imobilisasi, kelemahan anggota gerak karena penurunan kekuatan otot rangka. Lansia yang renta/frail mudah mengalami sakit hanya dengan stress yang ringan. Jika pada orang lain gejala sakit ini mungkin ringan, tapi pada lansia yang renta sakitnya dapat menjadi berat, harus dirawat serta beresiko meninggal. 

Sebuah penelitian dari Setiati, dkk (2019), menyebutkan angka kejadian renta pada lansia itu 24%. Masalah utama pada renta salah satunya adalah gangguan nutrisi, makannya jelek, berat badannya kurang, atau gemuk tapi lemah. Dan gangguan nutrisi ini terjadi 70% oada lansia renta. 

Sayangnya masih banyak keluarga maupun dokter dari si lansia ini menganggap kondisi ini normal dan tidak terdeteksi. Sehingga sering terjadi kondisi renta ini ketahuan saat lansia jatuh, infeksi hingga dirawat dan disabilitas

Skala kerentaan secara klinis

1. Sangat Bugar

Adalah mereka yang bugar, aktif, energik dan termotivasi, biasanya orang yang suka berolahraga tertatur. Bisa dilihat mereka adalah yang paling fit diantara orang seumurannya

2. Baik

Orang yang tidak punya gejala penyakit aktif tapi kurang fit dibandingkan kategori 1. Kalau berolahraga dan aktifitasnya musiman

3. Dijaga dengan baik

Orang yang masalah medisnya terkontrol baik tapi tidak aktif secara regular diluar kebiasaan berjalan

4. Rapuh 

Meskipun tidak tergantung pada orang lain sehari-harinya, namun memiliki gejala aktifitas terbatas. Keluhan yang umum terjadi adalah jadi melambat, dan/atau menjadi lelah 

5. Renta Ringan

Orang-orang ini biasanya menunjukkan lebih banyak bukti melambat, dan membutuhkan bantuan di bidang keuangan, transportasi, pekerjaan rumah yang berat, pengobatan. Umumnya kerentaan ringan merusak kebiasaan berbelanja atau jalan sendiri, menyiapkan makanan dan mengerjakan pekerjaan rumah

6. Renta Sedang

Orang yang membutuhkan bantuan untuk semua aktifitas di luar ruangan dan menjaga di dalam ruangan. Biasanya di dalam rumah mereka sering memiliki masalah dengan tangga dan butuh bantuan untuk mandi dan mungkin memerlukan pertolongan minimal saat berpakaian.

7. Renta Parah

Benar-benar tergantung pada pengasuh pribadi dari kasus apapun (fisikal). Selain itu, mereka terlihat stabil dan tidak ada resiko meninggal (selama kurun waktu 6 bulan)

8. Renta Sangar Parah

Benar-benar tergantung dna mendekati akhir hidupnya. Umumnya, mereka tidak dapat sembuh meskipun penyebabnya minor

9. Sakit Yang Sangat Parah

Mendekati akhir hidup, kategori ini ditujukan untuk mereka dengan harapan hidup <6 bulan. (Dewi Retno untuk Geriatri.id | Foto Pixabay



 

Artikel Lainnya
Tags
Lansia
Pergemi
Pergemi Untuk Negeri
Lazuardhi Dwipa
Kerentaan
Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia