Kembali
×
Tips Atasi Nyeri Lutut Pada Lansia dengan Latihan
15 Februari 2021 08:08 WIB

Geriatri.id--Nyeri lutut merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan oma opa lansia karena proses penuaan. Penyebab nyeri lutut biasanya karena Osteoarthritis atau pengapuran.

Osteoarthritis atau pengapuran akan terjadi pada setiap lansia penyakit akibat penuaan atau degenetarif. Sebenarnya pengapuran itu terjadi di banyak sendi, tetapi yang paling banyak dikeluhkan adalah lutut dan pinggang. “Gejala ini tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol,” kata  dr Nelfidayanie, SpKFR, Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi dari RS Hermina Bekasi dalam acara Lansia Online, Minggu 14 Februari 2021.

(#LansiaOnline merupakan program yang digelar geriatri.id yang mengulas berbagai tema terkait lansia bersama para ahli yang dapat disaksikan di Facebook dan YouTube gratis. Oma opa bisa bergabung dengan grup WA Geriatri dengan menghubungi 08111379101 atau klik https://s.id/WAGeriatri)

Nyeri lutut berisiko lebih berat terjadi terhadap perempuan, terutama pasca-menopause; obesitas karena beban lutut makin besar; trauma atau cedera sendi lutut, serta tekanan yang berulang pada sendi (pekerjaan atau olahraga).

Oma opa dapat mengenali 4 gejala Osteoarthritis, yaitu nyeri persendian, kekakuan sendi pada pagi hari, kelemahan otot-otot sekitar sendi   ketidakstabilan sendi, dan timbul bunyi klik ketika sendi ditekuk atau digerakkan. “Nyeri merupakan gejala yang sering dikeluhkan oma opa karena mengganggu sehingga butuh bantuan untuk mengelola Osteoarthritis,” kata  Nelfidayanie.

Nyeri sendi tak hanya terjadi pada sendi karena ada banyak struktur penyokong, seperti tendon, ligamen, otot, dan bursa. Untuk itu, kata dokter Nelfi, oma opa perlu mengetahui sumber dari rasa nyeri tersebut sehingga penanganannya tepat.

Dampak nyeri bisa luar biasa hebat. Misalnya sulit bergerak atau beraktivitas (immobilisasi). Dampak susulan dari immobilisasi itu adalah lemahnya otot sehingga dapat menyebabkan kerentaan atay frailty.. “Dengan penanganan yang baik, kerusakan dari sendi lutut dapat diperlambat sehingga lansia, oma opa bisa tetap produktif,” kata dokter Nelfi.

Bagi oma opa yang mengalami nyeri sendi lutut dapat memodifikasi beberapa kebiasaan. Tujuannya adalah mengurangi lutut agar tidak terlalu menanggung beban berat. Misalnya aktivitas turun naik tangga dikurangi, menggunakan toilet duduk, dan menjaga berat badan. 

Beberapa alat yang dapat digunakan untu membantu mengurangi lutut menahan beban badan yaitu penggunaan sepatu dan pemakaian tongkat bisa membantu mengurangi menahan berat badan. “Yang penting adalah latihan ketika nyeri sudah terkontrol dengan baik,” kata dokter Nelfi. 

Latihan ini dapat bermanfaat secara fisik dan mental. Secara fisik, latihan dapat meningkatkan metabolism tubuh (menurunkan gula darah, dan kadar lemak darah), mengatasi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, serta meningkatkan fleksibelitas dan keseimbangan tubuh. Secara mental latihan ini juga dapat memperbaiki pola tidur, menstabilkan mood, serta meningkatkan kepercayaan diri.

Tiga jenis latihan yang bisa dilakukan oma opa, yaitu latihan fleksibilitas, latihan kekuatan otot dan latihan aerobik. Intensitas latihan ini bisa berbeda setiap orang, tergantung kondisi tubuhnya. Panduan latihan ini dapat dilihat melalui aplikasi Rehabin yang dapat diperoleh melalui Playstore.

Hal yang harus diperhatikan dalam memulai latihan fisik :

  1. Hindari latihan yang berlebihan/berat pada saat sedang peradangan
  2. Peningkatan durasi dan intensitas Latihan sebaiknya dalam pengawasan dokter
  3. Lakukan pemasanan dan pendinginan yang cukup minimal 5 -10 menit setiap kali memulai latihan
  4. Ketidaknyamanan di awal saat melakukan aktivitas fisik adalah hal yang biasa, tetap lakukan dengan intensitas dan durasi yang rendah terlebih dahulu .

(ymr)

*Foto Pixabay

Video selengkapnya:

 

Artikel Lainnya
Artikel
04 Maret 2021 06:14 Wib
Artikel
01 Maret 2021 06:01 Wib
Tags
Lansia
Osteoarthritis
Pengapuran
dr Nelfidayanie
RS Hermina
Penuaan
Frailty
Nyeri lutut
geriatri
lansia sehat
lansia bahagia
lansia online
merawat lansia
berita lansia