Kembali
×
Deteksi dan Cegah Pikun pada Lansia
08 Februari 2021 15:46 WIB

Geriatri.id--Setiap orang akan mengalami penurunan fungsi tubuh, termasuk fungsi kognitif, seiring bertambahnya usia atau ketika memasuki masa lanjut usia (lansia). Bagaimana oma dan opa membedakan pikun dan lupa karena memang sudah lansia?

“Sebenarnya saya ini lupa atau pikun? Lalu,  apakah kepikunan bisa dicegah?" kata dr Ika Fitriana, SpPd-KGER dalam Lansia Online Series bertajuk Mengenal dan Mencegah Pikun pada Lansia, Sabtu (6/2/2021).

(#LansiaOnline merupakan program yang digelar Geriatri.id bersama dokter ahli khusus anggota grup Whatssap. Kalau berminat bergabung bisa hubungi 08111379101)

Atas dasar pertanyaan itu, oma dan opa perlu mengenali kepikunan atau gangguan fungsi kognitif. Dokter Ika mengatakan kepikunan bisa merupakan gangguan fungsi intelektual (kognitif) seperti demensia. 

Gejala kepikunan dapat dirasakan, misalnya lupa mengingat hal yang baru saja terjadi. Tak hanya lupa, oma opa patut waspada jika misalnya tiba-tiba tidak bisa pakai baju, sulit menentukan kanan atau kiri, mencari kata yang pas, dan lain-lain.

Dalam kadar paling parah, gangguan kongitif dapat menghambat fungsi sehari-hari. “Lupanya parah, bisa kekunci di dalam rumah, padahal kuncinya di dalam,” kata dokter Ika.

Demensia bisa disebabkan penuaan atau akibat penyakit lain. Demensia akibat penuaan disebut juga Demensia Alzheimer akibat proses degeneratif pada sel-sel saraf dan dipengaruhi oleh genetik. Sementara demensia akibat penyakit disebut demensia vaskular

“Di Indonesia cukup tinggi karena angka stroke, diabetes, dan hipertensi yang belum terkontrol) akibat gangguan aliran darah ke sel-sel saraf otak menyebabkan fungsi kognitif terganggu,” kata dokter Ika. “Demensia inilah yang bisa dicegah.”

Deteksi dan Cegah Demensia

Di  Indonesia, cara mendeteksi demensia bisa menggunakan tes AD8 (aging and dementia-8). Tes ini dapat Bisa dilakukan sendiri, bisa oleh caregiver, atau petugas kesehatan. “Tujuannya membedakan antara penuaan normal dengan demensia,” kata dokter Ika.

Berikut 8 pertanyaan yang harus dijawab oma dan opa

1. Apakah oma opa kesulitan dalam membuat keputusan? Misalnya tidak mampu memberi saran dengan benar, tidak mampu mengurus keuangan, membeli hadiah yang tidak layak untuk orang lain, bermasalah dengan pemikiran?

2. Sudah tidak menekuni hobi/kegiatan yang sebelumnya disenangi? Misalnya merajut, menjahit, berkebun, memasak kue, membaca buku, bermain catur, memainkan alat musik, atau bernyanyi?

3. Mengulang-ulang pertanyaan, cerita atau pernyataan yang sama

4. Kesulitan belajar menggunakan perkakas dan peralatan? Seperti TV, radio, computer, microwave, remote control, kompor, setrika, blender?

5. Lupa nama bulan atau tahun?

6. Kesulitan mengatur keuangan? Misalnya membayar rekening air/listrik, periksa buku cek, pajak pendapatan, mengambil uang pensiun di bank

7. Apakah keluarga Anda mengalami kesulitan mengingat janji terhadap orang lain

8. Sehari-harinya mengalami gangguan memori dan pemikiran yang konsisten? Misalnya lupa meletakkan kacamata, kunci kendaraan, meletakkan barang tidak sesuai pada tempatnya

Jika dari 8 itu ada dua atau lebih yang jawabannya “Ya”, oma opa sebaiknya konsultasi dengan dokter. “Kejadiannya juga harus berturut-turut, misalnya selama dua minggu,” katanya.

Demensia akibat penyakit dapat dicegah dengan menghindari penyakit itu datang. Beberapa cara untuk mencegah/memperlambat kepikunan, yaitu kontrol gula darah dan kolesterol, mencegah   kegemukan (gaya hidup sehat), kontrol tekanan darah, berpikir positif (hindari depresi), waspadai jatuh, dan olahraga.

Beberapa kegiatan juga diyakini dapat mencegah demensia, seperti membaca dan menghapal. Membaca dan menghapal dapat melatih ingatan dan olahraga otak. Kegiatan ini membuat membuat hormon-hormon otak aktif sehingga merangsang kreativitas dan semangat.

Selain itu, oma opa dapat terus belajar berbagai hal, seperti membaca, komputer, membatik, bermain musik, dan lain-lain. (ymr)

Artikel Lainnya
Artikel
04 Maret 2021 06:14 Wib
Artikel
01 Maret 2021 06:01 Wib
Tags
Lansia
Lansia Online
dr ika
Demensia
Pikun
geriatri
lansia sehat
lansia online
lansia bahagia
berita lansia
merawat lansia
Pergemi