Kembali
×
Prinsip Mengatur Nutrisi yang Baik pada Lansia
02 Februari 2021 09:22 WIB

Geriatri.id--Kebutuhan nutrisi yang baik mutlak diperlukan bagi kelompok lanjut usia (lansia) seiring dengan proses penuaan. Untuk itu, penting bagi lansia sehat mengenali prinsip mengatur nutrisi.

“Jangan sampai usia 75 tapi kondisi kesehatan seperti 90.  Maunya usia 90 tapi kondisi fisik seperti 75 dan itu bisa dilakukan,” kata dr Ika Fitriana dalam kelas Lansia Online, Sabtu 30 Januari 2021.

(#LansiaOnline merupakan program yang digelar geriatri.id bersama dokter ahli khusus anggota grup Whatssap. Kalau berminat bergabung bisa hubungi 08111379101)

Dokter Ika mengatakan setiap orang akan mengalami proses penuaan yang ditandai dengan menurunnya semua fungsi tubuh, terutama saluran cerna. Perubahan fungsi dan kinerja saluran cerna pada tubuh itu bisa berbeda setiap orang.

Oma dan opa mungkin akan merasakan kemampuan/indera mencium dan merasa semakin berkurang. “Kalau dulu oma-opa mencium wangi-wangian tajam, semakin tua kemampuan mencium akan menumpul,” kata dokter Ika.

Tak hanya hidup dan mulut, bagian tubuh lainnya pun akan berkurang kinerjanya. Kerongkongan, liver, lambung, pankreas, usus besar, dan usus kecil.

Dampak perubahan saluran cerna itu antara lain pilihan makanan terbatas, pengecapan dan penciuman berkurang, mudah tersedak, mudah gangguan lambung, pencernaan makin lambat, mudah infeksi saluran cerna, dan mudah konstipasi/sulit buang air besar. “Jadi nutrisi penting untuk menghindari gangguan saluran pencernaan dan penyakit lainnya,” kata dokter Ika.

Beberapa manfaat intervensi nutrisi untuk lansia antara lain memperbaiki mobilitas untuk kesehatan otot dan tulang. Nutrisi juga mendukung kesehatan mata, menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah, menjaga kadar gula darah, menghambat penurunan fungsi kognitif dan memperkuat daya tahan tubuh terutama terhadap infeksi paru-paru (pneumonia).

Oma dan opa, perlu mengenal tiga prinsip nutrisi, yaitu tiga tinggi dan tiga rendah.

# Tiga Tinggi

1. Tinggi protein

Kebutuhan protein pada lansia sehat minimal 1 gram/kgbb/hari, bisa mencapai 1,5 tergantung kebutuhan. Jadi kalau berat badan oma opa 50 kilogram, kebutuhan proteinnya 50 gram per hari. Kalau lagi sakit atau dirawat, kebutuhannya bisa lebih banyak. Sumber protein berasal dari hewani dan nabati seperti tempe, tahu, telur dan lain-lain. Protein ini menjadi modal dasar untuk kekuatan otot. Jadi kalau kurang vitamin, otot akan lemah. Protein tidak akan membentuk otot kalau tidak disertai olahraga. “Jadi asupan protein yang baik harus diikuti aktivitas fisik,” kata Ika.

 2. Tinggi serat 

Serat adalah karbohidrat kompleks yang tidak dapat dicerna enzim tubuh. Serat terdiri dari serat larut dan serat tidak larut. Serat larut menyerap air, formasi gel, waktu transit meningkat, pengosongan lambung melambat, memperlambat penyerapan makanan di lambung, difermentasi oleh flora usus. Contoh: wortel, brokoli, bawang, buah, oats, kacang-kacangan. Sedangkan serat tidak larut (sal cerna bawah): menurunkan waktu transit, meningkatkan massa feses, mengurangi konstipasi. Contoh: gandum utuh, kacang-kacangan, buah dan sayuran. Jumlah yang disarankan pria > 51 adalah 30g/hari, wanita 21 g/hari. Rerata 25 gram/hari

3. Tinggi vitamin dan mineral

Vitamin yang sering defisiensi pada lansia adalah vitamin D, zat besi, kalsium, vitamin B, vitamin C. Sumber vitamin D berasal sinar matahari, susu, ikan, kuning telur, daging merah. Sedangkan Vitamin  C bisa diperoleh buah berwarna.  Zat besi dari hewani dan nabati dan kalsium berasal dari  susu dan produk susu, kacang kedelai.

#Tiga Rendah

1. Rendah garam

Kebutuhan garam untuk lansia, sebaiknya tidak melebihi 5 gram/hari, sekitar satu sendok teh, bukannya nol garam sama sekali.

2. Rendah gula dan karbohidrat 

Kebutuhan karbohidrat adalah 60% dari kebutuhan kalori. Pilih yang kompleks agar menjaga kadar gula darah tetap stabil. Oma opa juga penting untuk menjaga berat badan tetap ideal. "Karbohidrat juga tetap dibutuhkan buat oma dan opa, walaupun tetap dikurangi," kata dokter Ika.

3. Rendah lemak jenuh

Oma dan opa mungkin mengenal lemak baik dan lemak jahat. Lemak yang baik berupa asam lemak tak jenuh tunggal untuk memperbaiki kolesterol.  Asam lemak tak jenuh ganda bisa didapat minyak berbasis tumbuhan. Sedangkan asam lemak omega-tiga dari minyak ikan. Lemak jenuh ada pada hewan berupa daging, unggas,dan  susu full fat.

Untuk menghindari lemak jahat, oma dan opa harus rajin-rajin melihat daftar kandungan gizi makanan. Gunakan minyak zaitun atau ganola dibanding mentega. Pilih ikan, salmon atau mackerel, dibandingkan daging, setidaknya dua kali per minggu. Bakar/kukus/pepes lebih baik. Buang kulit dan cari yang tidak ada lemaknya. Cari camilan yang sehat. (ymr)

*Foto Pixabay

 

 

Artikel Lainnya
Artikel
04 Maret 2021 06:14 Wib
Artikel
01 Maret 2021 06:01 Wib
Tags
Lansia
Nutrisi
dr ika
geriatri
lansia sehat
lansia bahagia
lansia online
merawat lansia
berita lansia
Pergemi