Kembali
×
Kenali Sembelit Pada Lansia
24 Januari 2021 09:48 WIB

Geriatri.id--Sembelit atau konstipasi gangguan pencernaan akibat penurunan kerja usus yang kerap dialami kelompok lanjut usia (lansia). Prevalensi sembelit meningkat seiring bertambahnya usia. 

Lansia berisiko mengalami sembelit seiring dengan proses menua pada tubuh, termasuk percernaan. Selain itu ada beberapa penyakit lansia dan konsumsi obat, berisiko menimbulkan konstipasi.

“Kalau dibandingkan dengan usia muda, prevalensi lansia lebih besar,” kata Dr. dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp.PD-KGer, FINASIM dari Klinik Geriatri RSUP Dr Sardjito Yogyakarta dalam webinar bertajuk Sembelit (Konstipasi) pada Usia Lanjut.

Sembelit pada individu berusia 65 tahun atau lebih dalam masyarakat, prevalensinya adalah 26% untuk wanita dan 16% untuk pria. Angka ini meningkat menjadi 34% untuk wanita dan 26% untuk pria di usia 84 tahun ke atas.

Kapan seseorang disebut sembelit? 

1. Mengejan lebih dari 25 persen. Normalnya, orang yang buang air besar akan mengejan pada awalnya saja. Sembelit, mengejan bisa setiap saat atau lebih dari 25 persen. “Keluar sedikit dan mengejan lagi,” kata dokter Dewa.

2. Feses meringkil atau keras. Seperti kotoran kambing. Kecil-kecil dan keras

3. Merasa buang air besar tidak tuntas sehingga perlu bolak-balik toilet.

4. Merasa ada sumbatan pada daerah anus atau anorektal.

5. Manuver evakuasi digital (jari) lebihd dari 25 persen.

6. Frekuensi kurang dari 3 kali seminggu.

7. Feses tidak keluar tanpa menggunakan obat pencahar atau laxative

8. Tidak memenuhi kriteria Irritable bowel syndrome (IBS), yaitu gangguan usus besar yang ditandai dengan nyeri perut, kembung, diare, atau konstipasi berulang.

“Dari delapan persyaratan itu, kalau ada dua saja terjadi, bisa disebut konstipasi. Dan itu berlangsung minimal selama tiga bulan,” kata dokter Dewa.

Hal senada diungkapkan Dr. dr. Probosuseno, Sp. PD K-Ger, FINASIM.  Probosuseno mengatakan penyebab sembelit bisa bermacam-macam sehingga perlu kesabaran ketika dokter menelitinya. Sembelit bisa karena penyakit penyerta, efek samping obat, serta kurang minum dan makanan berserat.

Pengobatan, kata Probosuseno, akan disesuaikan dengan penyebab sembelit itu. Penting juga untuk melakukan perubahan gaya hidup seperti latihan buang air besar, olah raga, diet banyak air, makanan berserat, tidur teratur, tidak stress dan berdoa. “Kalau ada tanda-tanda sembelit serius, segera datangi ahlinya agar tidak terjadi hal yang lebih serius,” kata Probosuseno. (ymr)

 

Artikel Lainnya
Artikel
04 Maret 2021 06:14 Wib
Artikel
01 Maret 2021 06:01 Wib
Tags
Lansia
Sembelit
dr probosuseso
dr dewa
Konstipasi
geriatri
lansia sehat
lansia bahagia
lansia online
berita lansia
merawat lansia