Kembali
×
MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Sinovac Halal dan Suci
11 Januari 2021 06:53 WIB

Geriatri.id--Komisi Fatwa MUI Pusat menetapkan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac Halal dan Suci. Penggunaan vaksin Sinovac kini tinggal menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi Fatwa menyepakati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience Co yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal,” ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, melalui rilis.

MUI menggelar rapat pleno secara tertutup di Hotel Sultan, Jakarta pada Jumat (08/1/2021). Niam mengatakan, meskipun sudah halal dan suci, penggunaan Vaksin Covid-19 produksi Sinovac itu masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy).

(Baca juga: Petunjuk Teknis Vaksinasi COVID-19)

Niam menambahkan, rapat yang diikuti pimpinan dan anggota Komisi Fatwa MUI Pusat tersebut, hanya membahas menetapkan kesesuaian syariah Vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac. Ada tiga vaksin produksi Sinovac yang didaftarkan yaitu Coronavac, Vaccine Covid-19, dan Vac2 Bio. “Pembahasan diawali dari audit dari auditor,” katanya.

Komisi Fatwa menetapkan kehalalan ini setelah sebelumnya mengkaji mendalam laporan hasil audit dari tim MUI. Tim tersebut terdiri dari Komisi Fatwa MUI Pusat dan LPPOM MUI. Tim tersebut sebelumnya telah berpengalaman dalam proses audit Vaksin MR.

Tim itu sebelumnya tergabung dalam tim Kementerian Kesehatan, Biofarma, dan BPOM sejak Oktober 2020. Mereka bersama tim lain mengunjungi pabrik Sinovac dan mengaudit kehalalan vaksin. Sepulang dari Indonesia, tim masih menunggu beberapa dokumen yang kurang.

Dokumen itu diterima secara lengkap oleh tim MUI pada Selasa (05/1/2021) melalui surat elektronik. Pada hari yang sama, tim juga merampungkan audit lapangan di Biofarma yang nantinya akan memproduksi vaksin ini secara masal. Tim kemudian melaporkan hasil audit tersebut kepada Komisi Fatwa MUI Pusat untuk dilakukan kajian keagamaan menentukan kehalalan vaksin.

Sementara Wakil Presiden K.H. Ma’ruf Amin mengucapkan terimakasih sekaligus mengapresiasi kerja cepat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam membantu pemerintah menghadapi pandemi Covid-19, terutama dengan dikeluarkannya kehalalan vaksin Sinovac yang efeknya dapat menimbulkan ketenangan masyarakat.

“Saya atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih atas respon cepat daripada Majelis Ulama Indonesia yang selama ini memang sudah dilakukan fatwa-fatwa (untuk) mendukung penanganan Covid, dari penanganan ibadah, cara ibadah, pengurusan jenazah yang terkena Covid, dan lain sebagainya,” ungkap Wapres dalam video conference bersama Komisi Fatwa MUI di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro No. 2 Jakarta Pusat, Sabtu (9/1/2021) pagi.

Wapres berharap proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia dapat berjalan dengan baik karena merupakan penentu keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 dan segala dampaknya. Wapres juga mengingatkan setelah vaksinasi, penerapan protokol kesehatan juga harus tetap digalakkan. (ymr)

*Foto Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh/dok MUI

Artikel Lainnya
Artikel
24 Januari 2021 09:48 Wib
Artikel
21 Januari 2021 07:22 Wib
Tags
covid19
vaksinasi
vaksin covid19
MUI
Asrorun Niam Sholeh
Sinovac
Ma'ruf Amin
geriatri
lansia
lansia sehat
lansia bahagia
merawat lansia
berita lansia
lansia online