Kembali
×
Lansia Online : Fakta & Mitos Seputar Diabetes
21 November 2020 10:16 WIB

Dalam rangka Hari Diabetes Internasional (World Diabetes Day/WDD) Geriatri.id kembali menyelenggarakan LOL (Lansia Online) yaitu kegiatan edukasi kesehatan untuk lansia, caregiver, kerabat yang merawat lansia di rumah secara daring yang dipelajari bersama narasumber ahli geriatri, ahli gizi, dan psikolog.

Pada sesi talkshow Lansia Online (LOL) kali ini dipandu moderator Dewi Febriyanti dengan narasumber penyandang diabetes Ibu Elisa Mojowarni dan dr. Ika Fitriana, Sp. PD., K-GER. dengan topik mengenai “Fakta dan Mitos Seputar Diabetes”.

Sesi sharing dengan Ibu Elisa Mojowarni (60 tahun) asal Klaten dimulai dengan cerita Ibu Elisa yang merupakan penyintas penyakit diabetes yang memiliki latar belakang keluarga yang mengalami diabetes juga. Keluhan awal yang dialami oleh Ibu Elisa yaitu frekuensi kencing yang sering dan kaki kesemutan dialaminya pada usia 42 tahun.

Ibu Elisa membagikan pengalamannya bahwa penting untuk secara rutin meminum obat yang diberikan dokter dengan ikhlas dan sabar agar kadar gula darah senantiasa terjaga. Lalu, ditunjang juga dengan menjaga pola pikir untuk tidak stres dan menjaga pola hidup rutin berolahraga.

Tak ketinggalan, pola makan dengan memilih beras merah dan tidak sering makan yang manis-manis. Dukungan yang paling besar dan bermakna berasal dari keluarga, anak-anak dan cucu.

Sesi selanjutnya bersama narasumber dr. Ika Fitriana, Sp. PD., K-GER. Menurut dr. Ika, penyakit lansia ini semacam akumulasi dari apa yang dialami tubuh selama hidup. Oleh karena itu sebenarnya bisa dicegah dan jika diobati semakin dini maka kedepannya akan justru lebih sehat dan lebih nyaman untuk Oma Opa.

Pembahasan pertama mengenai fakta dan mitos, bahwa penderita diabetes dilarang untuk mengonsumsi gula adalah sebuah mitos karena gula sendiri dibutuhkan untuk metabolisme dan dalam tubuh dan memiliki beberapa macam.

Untuk penderita diabetes, konsumsi gula yang dilarang adalah konsumsi gula pasir yang berlebihan (lebih dari 10 gram/hari). Pernyataan kedua mengenai penderita diabetes dapat makan gandum namun tidak dapat makan nasi adalah sebuah mitos.

Pemilihan jenis makanan yang terpenting pada jumlah kalori yang dapat dikonsumsi lansia setiap hari, sumber karbohidrat seperti nasi dan ketang dapat ditakar dan disesuaikan dengan masing-masing lansia yang memiliki kebutuhan energi dan kondisi kesehatan yang pastinya berbeda tiap individunya.

Keunggulan dari gandum sendiri adalah proses pencernaan dan penyerapannya yang lebih lama sehingga memiliki efek kadar gula darah yang relatif lebih stabil. Pernyataan ketiga mengenai anak dari pengidap diabetes pasti mengalami diabetes juga pernyataan mitos. Diabetes adalah penyakit yang multifaktorial sehingga bisa dipengaruhi oleh banyak hal selain genetik.

Di sisi lain, keturunan penderita diabetes perlu untuk tetap menjaga pola makan dan pola hidupnya agar bisa menurunkan risiko munculnya penyakit diabetes, juga rutin melakukan medical check-up.

Pernyataan keempat yang berbunyi tidak ada gejala sampai seseorang divonis mengidap diabetes juga adalah sebuah mitos. Beberapa gejala seperti sering berkemih, gatal-gatal, merasa sering lapar dan haus, berat badan menurun, merupakan beberapa tanda dari penyakit diabetes.

Pernyataan bahwa makanan/minuman yang ‘ramah diabetes’ dan ‘bebas gula’ baik untuk Anda memang ada benarnya, namun tetap aturan dalam mengonsumsinya harus diperhatikan menyesuaikan kebutuhan kalori tubuh.

Pernyataan bahwa diabetes hanya dapat diidap oleh orang dengan kelebihan berat badan/obesitas adalah mitos karena walaupun pasien obesitas lebih berisiko, namun tetap tidak sedikit pasien diabetes lanjut yang tubuhnya kurus yang disebabkan oleh penyakitnya.

Berikutnya dipaparkan sebuah mitos bahwa pengidap diabetes tidak dapat terlalu banyak berolahraga karena karena kadar gula darah dapat menjadi terlalu rendah, namun hal ini menjadi benar jika yang mengalami adalah penderita diabetes yang tidak terkontrol.

Olahraga dapat dilakukan lansia jika kadar gula darahnya terkontrol, dan atas seizin dokter yang menyatakan kondisi fisik tubuhnya mampu untuk berolahraga. Pernyataan selanjutnya mengenai wanita dengan diabetes tidak boleh hamil adalah mitos.

Calon ibu hamil dapat mengontrol kadar gulanya terlebih dahulu sebelum masa kehamilannya untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan. Penggunaan insulin pada hamil berdampa buruk pada janin adalah mitos. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa justru penggunaan insulin daapt membantu ibu hamil menjaga gula darahnya agar tetap baik dan janin tidak terkena dampak dari ibu dengan diabetes.

Disarankan juga untuk tetap kontrol rutin ke dokter spesialis Endokrin dan Penyakit Dalam agar diabetesnya terkontrol. Pernyataan bahwa diabetes dapat disembuhkan adalah mitos. Komplikasi diabetes akan muncul jika kadar gula tidak terkontrol, jika kadar gula terkontrol, penyintas diabetes akan merasa baik seperti orang sehat pada umumya.

Kontrol kadar gula dapat dilakukan dengan menjaga diet (pola makan), berolahraga, melakukan pemeriksaan gula darah rutin. Oma Opa harus tetap sabar dan tidak menyerah, tetap berpikir positif agar kualitas hidup tetap baik, tetap aktif, tetap produktif dan tetap menikmati hidup.

Nah, berikut intisari dari hasil kegiatan LOL (Lansia Online) tersebut adalah:

• Sebagai penyintas diabetes, kita harus secara rutin dan sabar mengonsumsi obat yang diberikan selagi berusaha menjaga aktivitas pola hidup dan pola makan

• Pernyataan penderita diabetes dilarang untuk mengonsumsi gula adalah sebuah mitos. Konsumsi gula pasir diperbolehkan dengan catatan sesuai kadar yang ditentukan.

• Pernyataan penderita diabetes hanya dapat mengonsumsi gandum namun tidak dengan nasi adalah mitos. Nasi dapat dikonsumsi dengan takaran tertentu yang disesuaikan oleh dokter pada penyintas diabetes.

• Pernyataan penderita diabetes pasti juga mengalami diabetes adalah sebuah mitos. Hal ini tidak selalu terjadi. Para keturunan penderita diabetes diimbau untuk tetap menjaga pola hidup dan pola makan juga melakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk menurunkan risiko diabetes.

• Pernyataan bahwa diabetes tidak bergejala hingga divonis diabetes adalah mitos. Ada beberapa tanda dari penyakit diabetes seperti sering berkemih, gatal-gatal, merasa sering lapar dan haus, dsb.

• Makanan/minuman dengan tanda ‘ramah diabetes’ dapat dikonsumsi dengan porsi konsumsi tetap diperhatikan melihat kalori harian yang diperlukan tubuh.

• Pernyataan bahwa diabetes hanya dapat diidap oleh orang dengan kelebihan berat badan/obesitas adalah mitos karena walaupun pasien obesitas lebih berisiko, namun tetap tidak sedikit pasien diabetes lanjut yang tubuhnya kurus.

• Wanita diabetes tidak boleh hamil adalah mitos. Wanita dengan diabetes dapat terlebih dahulu mengontrol diabetesnya sebelum hamil agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

• Pernyataan berupa mitos bahwa insulin dapat berdampak buruk pada janin adalah salah oleh karena justru dengan adanya insulin ibu hamil dapat mengontrol gula darahnya yang meningkatkan kelancaran masa kehamilan.

• Pernyataan bahwa diabetes dapat disembuhkan adalah mitos. Komplikasi diabetes akan muncul jika kadar gula tidak terkontrol, jika kadar gula terkontrol, penyintas diabetes akan merasa baik seperti orang sehat pada umumya.

Penulis : Lintang Cahyaning Ratri (Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Angkatan 2019)

Foto : freepik.com

Artikel Lainnya
Artikel
24 November 2020 16:31 Wib
Artikel
23 November 2020 07:22 Wib
Artikel
22 November 2020 10:39 Wib
Tags
lansia
lanjutusia
usialanjut
geriatri
RSCM
FKUI
diabetes
WDD
WDD2020