Kembali
×
Yuk, Kenali Mitos-Fakta tentang Diabetes pada Lansia
17 November 2020 11:37 WIB

Salam sehat semua Opa, Oma! Hari Minggu kemarin, geriatri.id mengadakan live session di facebook dan Instagram untuk membahas fakta dan mitos seputar diabetes. Sesi dibawakan oleh d. Ika Fitriana, Sp.PD, K-Ger, beliau saat ini juga aktif sebagai staff pengajar di FKUI serta klinisi di RSCM.

Proses penuaan terjadi setiap hari di tingkat sel dalam tubuh kita, penyakit usia tua merupakan akumulasi dari makanan, kebiasaan dan gaya hidup pada saat usia muda. Oleh karena itu, kebiasaan yang baik harus diterapkan sedini mungkin untuk mencegah penyakit di usia tua, dan mempertahankan kemandirian diri selama mungkin.

Beberapa pernyataan yang dikategorikan mitos oleh dr. Ika Fitriana, Sp.PD.K-Ger adalah sebagai berikut

1. Penderita diabetes tidak boleh mengkonsumsi gula; gula sedikit banyak tetap berperan untuk menyediakan energi tubuh, gula terbagi menjadi beberapa bentuk, gula kompleks misalnya yang terdapat pada nasi, kentang dapat dikonsumsi asal jumlahnya tidak berlebihan, sementara gula sederhana seperti gula pasir sebaiknya dikurangi, bukan sepenuhnya dihindari.

2. Penderita diabetes boleh makan gandum, tidak boleh makan nasi; hal ini juga tidak sepenuhnya benar, karena baik gandum maupun nasi sama-sama menyediakan energi, kembali pada kebiasaan makan lansia, asal jumlah kebutuhan kalori per hari tetap terpenuhi.

3.Jika orang tua memiliki diabetes, anak pasti memiliki diabetes; hal ini merupakan mitos karena diabetes adalah penyakit multifaktorial, riwayat pada orang tua hanya salah satu dari banyak faktor lain penyebab diabetes, seperti obesitas, gaya hidup sedentari, kurangnya aktivitas fisik, dan banyak hal lain.

4. Tidak ada gejala sampai seseorang divonis mengidap diabetes; hal ini tidak benar, karena sebagian besar pasien dengan diabetes awalnya ada gejala, namun sering tidak disadari atau diabaikan, atau malah tidak mengakui gejala ketika bertemu dengan dokter. Beberapa gejala seperti banyak buang air kecil-poliuri, banyak makan-polidipsi, banyak haus-polidipsi (dikenal dengan 3P) merupakan gejala klasik yang sering ditemui bisa dengan atau tanpa gejala lain seperti gatal-gatal, keputihan pada wanita, penurunan berat badan drastis.

5. Makanan dan minuman ramah diabetes dan bebas gula aman dikonsumsi; hal ini tidak sepenuhnya fakta atau mitos, karena memang makanan dan minuman terssebut dapat membantu untuk tidak menaikan gula darah, namun jika dikonsumsi berlebih tentu akn ada efek lainnya, karena selain kandungan gula, banyak kandungan lain yang harus diperhatikan seperti lemak, pengawet dan lainnya yang terdapat dalam bahan makanan atau minuman tersebut.

6. Diabetes hanya diidap oleh orang yang kelebihan berat badan; sama seperti pernyataan nomer 3, bahwa obesitas hanya menjadi salah satu faktor risiko dari diabetes, pada beberapa kasus diabetes lanjut, bahkan karena tubuh gagal mengolah gula yang didapat dari makanan, sehingga tubuh mengambil dari otot dan lemak, pada akhirnya penderita akan menjadi terlihat kurus.

7. Diabetes tidak boleh banyak olah raga karena akan menurunkan kadar gula darah; penderita diabetes dianjurkan untuk olah raga, intensitas ringan sedang dilakukan minimal 3-5 kali dalam seminggu, bertujuan untuk mengolah lemak berlebih dalam tubuh, mencapai berat badan yang ideal supaya tidak overweight atau obesitas yang menjadi salah satu faktor terjadinya diabetes.

Diet pada lansia juga tidak dianjurkan dalam bentuk ekstrim karena sudah terbentuk kebiasaan makanan masing-masing selama hidupnya.

Untuk memberikan efek kenyang dan mencegah kudapan kurang sehat diantara makan besar, disarankan untuk menambah serat dalam bentuk sayur mayur, sehingga dapat mempertahankan rasa kenyang lebih lama.

 Untuk buah, lauk, karbohidrat sebaiknya juga disesuaikan dengan berat badan dan kadar gula darah yang ingin dicapai, bisa dikonsultasikan dengan dokter masing-masing. Untuk bahan bacaan tambahan terhadap bahan makanan, bisa mengacu pada indeks glikemik untuk setiap makanan, secara garis besar bahan makanan dengan indeks glikemik tinggi cenderung lebih cepat menaikan kadar gula darah, dibanding dengan bahan makanan dengan indeks glikemik sedang atau rendah.

Penulis: dr. Janice Emmanuella

Foto : freepik.com

Artikel Lainnya
Artikel
24 November 2020 16:31 Wib
Artikel
23 November 2020 07:22 Wib
Artikel
22 November 2020 10:39 Wib
Tags
lansia
lanjutusia
usialanjut
geriatri
rscm
mitos
fakta