Kembali
×
'Kuatkan Tekad untuk Selalu Hidup Sehat'
13 November 2020 08:26 WIB

Selalu dalam kondisi sehat tentu merupakan dambaan setiap orang. Namun, hal itu takkan mudah terwujud apabila tekad menuju ke sana tidaklah kuat.

Demikian pandangan Dr. dr. I Gusti Putu Suka Aryana, Sp.Pd., K-GER, FINASIM, memaknai Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 12 November, yang mana tahun ini mengusung tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”.

“Tema ini sebenarnya sudah lama dicanangkan, tapi memang pergerakannya agak lambat karena berbagai hambatan dan tantangan. Namun, dengan situasi pandemi sekarang, tema ini menjadi sangat cocok. Inilah saatnya kita menyatukan tekad itu, supaya misi Indonesia sehat bisa tercapai lebih cepat,” ujar dr. Suka dalam perbincangan daring dengan redaksi Geriatri.id, Kamis (12/1/2020).

Ditekankan oleh ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPD) cabang Bali itu, tekad tersebut harus dimiliki oleh semua pihak, karena ‘sehat’ bukan hanya urusan pemerintah atau tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan keterlibatan semua orang.

“Buktinya, kita tidak bisa mengajak semua orang untuk sehat, karena masih sangat banyak yang berperilaku tidak sehat. Bagaimana berkontribusi untuk bangsa kalau untuk dirinya saja tidak mampu. Semua dimulai dari diri sendiri kok. Kita bertanggung jawab terhadap diri sendiri untuk berperilaku sehat, lalu dibantu oleh keluarga, bagaimana menciptakan keluarga yang menerapkan pola hidup sehat. Baru setelah itu masuk ke lingkungan yang lebih besar, masyarakat yang lebih luas. Jadi, kita semua harus menyatukan langkah menyatukan tekad menuju Indonesia yang sehat,” papar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Koordinasi Pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana / RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, tersebut.

Diakui dr. Suka, populasi Indonesia yang sangat besar menjadi sebuah tantangan yang besar pula. Itu sebabnya kesadaran individu memiliki peran yang amat penting dalam membuka langkah-langkah menuju perubahan.

“Semua orang harus sadar dulu bahwa dirinya harus sehat. Kalau semua sama-sama sadar, berikutnya akan lebih mudah diatur. Setelah (kesadaran itu) terkumpul, pemerintah akan membuatkan sistemnya, menyiapkan SDM, sarana prasananya, dan lain-lain. Asalkan tekadnya sama, masing-masing individu akan berpikir positif,  tidak ada prasangka-prasangka buruk satu sama lain, kita bisa berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia yang sehat.

“Tantangan lain, kalaupun masyarakat sudah lebih paham pentingnya kesehatan, tapi caranya masih berbeda-beda. Itulah tugas pemerintah menyatukan semua pendapat. Kuncinya adalah ‘perbedaan menuju kesempurnaan’. Janganlah perbedaan menjadi hal yang meniadakan, menentang, atau menghalangi yang lain. Kalau kita semua duduk bersama, mendengarkan setiap pendapat dan menghargainya, membuka setiap ruang diskusi, mau berubah pada hal-hal yang lebih baik, saya yakin kita mewujudkan Indonesia yang sehat.”

Dr. Suka juga memberi pesan khusus terkait keberadaan lansia di Indonesia, yang kian hari kian bertambah jumlahnya. Diperlukan perlakuan khusus pula agar populasi yang terus meningkat itu tidak menjadi beban bagi negara.

“Kalau jumlah lansia sudah 10% dari populasi, itu akan menjadi beban. Di Bali sudah 12%, makanya hal itu sudah menjadi beban untuk pemerintah daerah. Yang paling penting adalah bagaimana memberdayakan lansia semandiri mungkin, seoptimal mungkin, sehingga tidak menjadi beban.

“Caranya, keilmuan geriatri harus diterapkan di mana-mana. Sasaran menghadapi populasi lansia yang tinggi adalah menyiapkan lansia-lansia yang tangguh menghadapi generasi milenialnya. Juga menyiapkan keluarga. Selain itu, pemerintah menyiapkan sistemnya, sarana dan prasarana umum, fasilitas kesehatan, rekreasi dan lain-lain, sehingga lansia menjadi aktif. Karena lansia yang aktif mencerminkan lansia yang sehat,” ucap dr. Suka.  (a2s)

Artikel Lainnya
Artikel
24 November 2020 16:31 Wib
Artikel
23 November 2020 07:22 Wib
Artikel
22 November 2020 10:39 Wib
Tags
hari kesehatan nasional
lansia sehat
dr. suka aryana