Kembali
×
Menjaga Kebugaran Lansia di Masa Pandemi (2)
22 September 2020 06:30 WIB

Geriatri.id - Menjaga kebugaran lansia sangat penting. Terlebih di masa pandemi seperti ini. Dan menjaga kebugaran lansia, bukan hanya dari sisi fisik dan psikis saja lho, penting juga memperhatikan asupan gizi lansia.

Terkait aktivitas fisik, dr. Ika Fitriana, Sp.PD., K-Ger mengatakan, lansia tetap bisa melakukannya secara rutin meski dalam keadaan terisolasi di kamar demi menghindari penularan Covid-19. "Yang paling penting mobilisasi, jadi meski terisolasi di dalam kamar, tetap bergerak. Itu memperbaiki daya tahan respirasi atau pernapasan lansia," ujar dr. Ika, menyambut pelaksanaan Temu Ilmiah Geriatri 2020.

Latihan fisik penting bukan hanya untuk menjaga kebugaran fisik lansia itu sendiri, tetapi juga ada manfaat mental yaitu, dengan bergerak, maka hormon endorfin yang menimbulkan rasa senang, rasa bahagia, akan terstimulasi. "Banyak sekali manfaat latihan fisik, terutama untuk menjaga kekuatan otot lansia. Semakin lama tiduran, otot bisa mengisut, si lansia akan makin malas bergerak," jelasnya.

"Yang paling penting, bukan bentuk olahraga saja, yang penting beraktivitas, bisa 10 menit pagi, 10 menit siang, dan 10 menit sore," tambahnya. Total, jumlah latihan fisik yang baik bagi lansia adalah 30 menit dalam sehari atau 150 menit seminggu.

Aktivitas yang dilakukan, kata dr. Ika, sebaiknya adalah aktivtas yang moderat seperti menyapu, mengepel, atau menyiangi tanaman, bagi lansia yang masih sehat. "Melakukan hobi sudah bisa dikatakan sebagai melakukan aktivitas moderat," kata dr. Ika.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah berjalan kaki. "Bukan jalan kaki kompetitif, tetapi jalan kaki seperti biasa, di sekitar tempat beraktivitas. Ini cukup moderat, cukup bagi lansia untuk mendapat manfaatnya menguatkan otot dan meningkatkan stimulasi hormon endorfin," ujar dr. Ika.

Selain aktivitas fisik, sinar matahari juga perlu dicukupi, yaitu dengan berjemur selama 15 menit di pagi hari. Jam yang baik adalah antara jam 9-10 setiap pagi. "Minimal seminggu 3 kali sudah cukup untuk kandunga vitamin D," tegas dr. Ika.

Untuk asupan nutrisi, selain vitamin D, asupan vitamin C juga penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam menghadapi virus. "Vitamin C penting, perbanyak buah terutama yang berwarna-warni, warna kuning, warna oranye yang banyak mengandung betakaroten dan vitamin C," kata dr. Ika. 

Asupan nutrisi yang baik dan seimbang, seperti serat, juga penting bagi lansia yang mengalami hambatan mobilitas dan terpaksa lebih banyak berbaring. "Lansia yang tiduran terus, sering mengalami gangguan pencernaan, jadi asupan  serat jangan dilupakan," ujarnya.

Untuk itu, sayuran baik yang berwarna hijau, kuning, merah, yang tinggi serat, sangat penting. "Kemudian jangan lupa ditambah cairan juga dicukupkan sesuai berat badan," pungkas dr. Ika. (mag)

foto: lansia beraktivitas (flickr)

Artikel Lainnya
Artikel
22 Oktober 2020 21:28 Wib
Artikel
20 Oktober 2020 15:18 Wib
Artikel
18 Oktober 2020 19:35 Wib
Tags
lansia
lansia sehat
merawat lansia
geriatri
frailty
tig 2020
temu ilmiah geriatri
dr ika