Kembali
×
Apa Yang Menyebabkan Lansia Rentan Terhadap Frailty?
11 September 2020 12:54 WIB

Geriatri.id - Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi) Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM mengatakan, Indonesia saat ini tengah menghadapi laju peningkatan jumlah penduduk berusia lanjut (lansia). "Kita memang menghadapi jumlah lansia yang semakin banyak dari waktu ke waktu. Saat ini kita sudah memiliki sekitar 26 juta lansia atau 10 persen dari populasi Indonesia," ujar Prof. Ati--demikian sapaan akrabnya, kepada geriatri.id.

Jumlah lansia yang terus meningkat ini perlu mendapatkan perhatian lebih. Sebab, para lansia rentan mengalami kerentaan atau frailty. Prof. Ati menegaskan, angka frailty ini jika generalisasi atau ekstrapolasi ada sekitar 25 persen dari 26 juta, atau sekitar 6-6,5 juta lansia. Lantas apa yang menyebabkan lansia rentan terhadap frailty?

"Terkait faktor-faktor risiko terjadinya frailty atau kerentaan, sebenarnya penyebabnya multifaktorial, bukan hanya satu," jelas Prof. Ati. 

Salah satunya adalah gangguan nutrisi baik under nutrisi maupun over nutrisi. "Faktor ini berkaitan dengan sarkopenia, yaitu berkurangnya massa dan kekuatan serta performa otot yang banyak dikaitkan dengan gangguan nutrisi," tambahnya.

Kedua, adalah status fungsional, aktivitas yang semakin menurun akibat penyakit tertentu misalnya, osteoporosis, osteoathritis, pengapuran, atau karena penyakit kronik lain seperti gagal jantung, gagal ginjal dan penyakit-penyakit yang membuat seseorang menjadi disable atau tidak mampu melakukan aktivitas secara mandiri. 

Itu semua bisa juga berkaitan dengan frailty termasuk juga gangguan hormonal, aging process itu sendiri bisa berdampak terhadap terjadinya frailty. "Demikian pula dengan penyakit kronik degeneratif termasuk infeksi seperti Covid-19 ini, juga membuat lansia menjadi cepat mengalami kerentaan," tegas Prof Ati. (mag)

Artikel Lainnya
Artikel
25 September 2020 23:37 Wib
Artikel
25 September 2020 11:00 Wib
Artikel
24 September 2020 09:20 Wib
Artikel
22 September 2020 06:30 Wib
Tags
lansia
lansia sehat
merawat lansia
geriaitri
tig 2020
frailty
prof ati