Kembali
×
Frailty Atau Kerentaan Pada Lansia Perlu Diperhatikan, Apa Sebabnya?
09 September 2020 07:25 WIB

Geriatri.id - Temu Ilmiah Geriatri 2020 ini mengangkat tema terkait frailty atau kerapuhan atau kerentaan. Mengapa tema ini diambil? Dan mengapa frailty atau kerentaan pada lansia ini perlu diperhatikan? Ketua Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI) Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM mengatakan, penelitian PERGEMI membuktikan, kondisi frailty atau kerapuhan ini cukup tinggi di Indonesia. 

Data dari lima center di Indonesia di daerah perkotaan menunjukkan angka frailty mencapai 25 persen. Sementara yang free frailty hanya 60-an persen dan hanya 14 persen dari lansia yang benar-benar sehat. "Jadi saya kira ini tantangan buat kita semua para dokter, baik dokter sub spesialis geriatri, spesialis penyakit dalam, spesialis-spesialis lainnya maupun para dokter umum," ujarnya kepada geriatri.id, dalam menyambut pelaksanaan TIG 2020. 

Kenapa demikian? "Karena kita memang menghadapi jumlah lansia yang semakin banyak dari waktu ke waktu. Saat ini kita sudah memiliki sekitar 26 juta lansia atau 10 persen dari populasi Indonesia," tambah Prof. Ati--demikian sapaan akrabnya.

Dia menegaskan, angka frailty ini jika generalisasi atau ekstrapolasi ada sekitar 25 persen dari 26 juta, atau sekitar 6-6,5 juta lansia. Atau kalau kita kaitkan dengan multimorbditas atau banyaknya penyakit pada satu pasien yang sama, itu kita sudah dapatkan informasinya ada sekitar 40 persen lansia dengan multimorbiditas atau dengan penyakit yang tidak satu, tetapi dua, tiga dan seterusnya. Dan tentu mereka sangat rentan untuk mengalami frailty.

"Jadi sekali lagi ini merupakan tantangan bagi kita bersama, para sejawat yang saya hormati, yang harus kita identifikasi sedini mungkin dan kita upayakan pencegahan-pencegahannya, agar para lansia tidak mengalami frailty. Atau kalau mereka sudah mengalami frailty atau pre-frail, bisa kita upayakan supaya bisa kembali sehat," papar Prof. Ati.

Karenanya dalam TIG kali ini, Prof Ati menekankan, tema frailty sangat relevan untuk dibahas, dikaji secara mendalam dan diupayakan untuk mencari berbagai terobosan untuk melakukan upaya-upaya pencegahan. "Apakah itu dalam bentuk nutrisi, dalam bentuk exercise atau pelatihan-pelatihan jasmani atau apapun intervensi, modalitas yang bisa kita usahakan agar lansia kita bisa menjadi sehat, dan semakin berkurang proporsi frailty-nya," tegasnya.

"Kami berharap agar teman-teman bisa ikut menghadiri acara simposium ini walaupun hanya secara daring. Mudah-mudahan kita semua bisa meramaikan dan bisa membahas berbagai permasalahan pada lansia, khususnya terkait dengan frailty," pungkas Prof. Ati. (mag) 

foto: ilustrasi lansia sehat (dok. istimewa)

 

Artikel Lainnya
Artikel
26 September 2020 06:40 Wib
Artikel
25 September 2020 23:37 Wib
Artikel
25 September 2020 11:00 Wib
Artikel
24 September 2020 09:20 Wib
Tags
merawat lansia
lansia sehat
geriatri
temu ilmiah geriatri
tig 2020
prof. siti setiati
frailty