Kembali
×
Hal-Hal Ini Mempengaruhi Kemampuan Lansia Untuk Belajar
29 Juli 2020 09:08 WIB

Geriatri.id - Banyak mitos berkembang bahwa lansia sulit belajar.Di antaranya adalah stereotype bahwa lansia sudah pikun, dan sering tidak nyambung. "Memasuki usia lansia, seperti halnya organ tubuh, otak manusia memang mengalami beberapa perubahan," kata Psikolog Pendidikan Tri Puspitarini, S.Psi. M.Psi., dalam kelas lansia online, bertajuk 'Semangat Belajar di Usia Senja', yang dilaksanakan Geriatri.id bekerjasama dengan Pergemi, Jumat (24/7).

Perubahan ini tidak sama pada setiap orang. "Orang tua umumnya memang mengalami kesulitan mengingat hal-hal detil seperti nama, wajah, tempat, jalan dan lain-lain," lanjut Tri. 

Tetapi di sisi lain, lansia mengalami peningkatan dalam hal kemampuan menyeleksi informasi dan menyeleksi memori. Penelitian Dr. Alan Castel dari UCLA mengungkapkan, lansia memang sulit mengingat hal detil, sulit mengingat hal yang tidak relevan, nama, wajah, tempat lokasi. 

Tapi itu dari sisi memori, dari sisi kebijaksanaan, lansia justru mengalami peningkatan dalam hal seperti tahu mana informasi yang penting dan tidak penting untuk diingat, serta lebih baik dalam mengenali mana yang penting untuk dirinya dan orang lain (hal-ha yang bermakna).

Mitos berikutnya adalah masa emas perkembangan otak hanya di masa anak-anak setelah itu berhenti. Faktanya, otak manusia terus mengalami perubahan-perubahan bahkan perubahan ini bisa berlangsung sepanjang hidup manusia. Perubahannya bisa positif bisa negatif.

Apa yang mempengaruhi? Aktivitas dan pengalaman hidup manusia sehari-hari. "Terapi terbaik untuk otak kita adalah perilaku kita sehari-hari," jelas Tri.

Mitos selanjutnya, kecerdasan memiliki peran paling besar terhadap keberhasilan belajar. Faktanya, rasa ingin tahu memiliki dampak yang sangat besar terhadap keberhasilan belajar. Rasa ingin tahu adalah gairah yang kuat untuk mengetahui fenomena-fenomena yang terjadi dan mempelajari hal baru.

"Jadi rasa ingin tahu inilah yang menggerakkan atau menggugah manusia untuk belajar dengan sendirinya," ujar Tri.

Nah, jadi opa-oma perlu ingat, yang mempengaruhi kemampuan belajar lansia, ada 3 hal. Pertama, kemampuan memori mungkin memang menurun, tetapi kebijaksanaan meningkat sehingga lansia justru mampu mengingat hal yang relevan bagi dirinya.

Kedua, masa emas perkembangan otak masih terus terjadi bahkan hingga usia lanjut. Perilaku positif akan sangat bermanfaat untuk perkembangan otak kita. Ketiga, belajar tak dipengaruhi kecerdasan, tetapi lebih didorong oleh rasa ingin tahu (curiosity). (mag)

foto:  ilustrasi lansia belajar hal baru (pixabay)

Artikel Lainnya
Artikel
07 Agustus 2020 06:28 Wib
Tags
lansia
lansia sehat
merawat lansia
geriatri
kesehatan mental lansia
lansia belajar
tri puspitarini