Kembali
×
Kenali Tanda Gawat Darurat Lansia
26 Juli 2020 13:00 WIB

Geriatri.id - Semakin menua, lansia kan semakin rentan terpapar penyakit termasuk Covid-19. Karenanya pihak keluarga, caregiver, tenaga kesehatan, dan masyarakat perlu memperhatikan dan mewaspadai kondisi lansia di sekitarnya.

Terlebih jika lansia tersebut masuk dalam kategori lansia dengan ketergantungan (frailty/renta), lansia dengan multi penyakit, yang akan semakin membuat mereka rentan terhadap penyakit tersebut. 

"Caregiver harus waspada memperhatikan peubahan yang ada pada lansia, kalau terjadi perubahan tertentu, segera hubungi dokter atau nomor layanan gawat darurat di daerah anda, atau bawa ke UGD RS terdekat" kata dr. Ika Fitriana, SpPD., dalam webinar bertajuk 'Tips Sehat Lansia di Era New Normal', Jumat (25/7).

Kenali Tanda Gawat Darurat Berikut:

  1. Sesak napas yang memberat
  2. Nyeri dada yang memberat
  3. Perubahan kesadaran seperti bicara meracau, tidak nyambung, lebih sering mengantuk, tib-tiba mengompol, dan lainnya 
  4. Gangguan saraf mendadak seperti kelemahan anggota badan, sakit kepala hebat, bicara pelo, kejang.
  5. Diare, muntah-muntah, tidak mau makan, lemas yang memberat, demam tinggi hingga 38 derajat celcius ke atas
  6. Jatuh yang menyebabkan nyeri hebat/kecurigaan patah tulang/pingsan
  7. Nyeri yang memberat


Untuk petugas kesehatan, berikut adalah rekomendasi Pergemi yang bisa dilakukan:

  1. Proaktif memantau warga
  2. Pemeriksaan uji cepat (rapid test) antibodi tidak direkomendasikan untuk kelompok lansia, gunakan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR).
  3. Keluhan tidak spesifik: gali lebih dalam gejala dan pemeriksaan fisik. Gejala yang paling sering adalah demam, batuk kering, mialgia (nyeri otot), lemas, sesak, dan anoreksia. Sebagian pasien lansia menunjukkan gejala awal yang tidak khas yaitu perubahan kesadaran, tidak mau makan, mual dan diare.
  4. Faktor prediktor luaran klinis yang buruk pada pasien lansia dengan Covid-19: gejala sesak dan adanya komorbiditas berupa PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), penyakit jantung dan penyakit serebrovaskular.
  5. Penelusuran kontak (contact tracing), tindakan karantina dan isolasi serta pembatasan fisik perlu terus ditingkatkan, terutama pada lansia yang tinggal di Panti Werdha.
  6. Mengimbau seluruh fasilitas kesehatan untuk memperhatikan kebutuhan fisik dan mental lansia baik di rumah maupun di rumah sakit.
  7. Home care: menggunakan alat pelindung diri (APD) minimal level 2.  (mag)

ilustrasi: merawat lansia (flickr)

Artikel Lainnya
Artikel
07 Agustus 2020 06:28 Wib
Tags
lansia
merawat lansia
geriatri
lansia sehat
covid 19
dr ika