Kembali
×
Tetap Bermakna di Usia Lanjut
07 Juli 2020 19:10 WIB

Geriatri.id - Salah satu indikator dari successful aging adalah dengan tetap menjadi bermakna bagi diri dan lingkungan sekitarnya meski di usia senja.

Bagaimana lansia bisa membuat dirinya tetap bermakna bagi diri dan sesama di usia senja? Psikolog Klinis Dr. Rena Latifa, M. Psi., mengatakan ada dua kunci bagi lansia agar tetap bermakna, yaitu: produktif dan mandiri.

Apa itu menjadi produktif? Secara sederhana, Rena memaparkan, lansia tetap menghasilkan karya, tetap beraktivitas di lingkungannya.

"Tentunya tetap disesuaikan dengan kemampuan fisik lansia," kata Rena dalam acara kelas lansia online bertajuk: 'Tetap Produktif dan Mandiri di Usia Lanjut', yang diselenggarakan Geriatri.id bekerjasama dengan PB Pergemi, Jumat (3/7). (Simak tayangannya, klik laman Geriatri.id)

Pada fase lansia awal, bisa jadi lansia masih mampu melakukan berbagai aktivitas bagi diri dan lingkungan sekitarnya. Namun seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi fisik, sehingga aktivitasnya harus disesuaikan dengan kemampuan fisiknya.

"Bagi lansia sebenarnya punya keinginan untuk tetap beraktivitas sudah bisa dikatakan dia menghasilkan karya. Kemauan beraktivitas sudah menjadi poin yang bagus, tetap bersemangat optimis menjalani kehidupan yang bermakna," ujar Rena.

Kedua adalah Mandiri. Mandiri, secara idel adalah lansia mampu mengerjakan sendiri apa yang bisa dikerjakannya. Termasuk memenuhi kebutuhan finansial sendiri. Di beberapa negara maju seperti di Jepang misalnya, karena sistem negaranya sudah maju, ada hotel yang mempekerjakan lansia, sehingga lansia bisa mandiri secara finansial.

Hal ini terjadi karena di negara maju banyak lansia yang tinggal sendirian di apartemen sehingga harus mengurus segalana sendirian. Namun bagi negara seperti di Indonesia, bagi lansia, mandiri tidak harus berarti kemampuan mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang lain.

"Tetap ada poin harus disesuaikan dengan kemampuan fisik, untuk menghindari terjadinya kecelakaan kecil pada fisik lansia seperti jatuh, patah tulang dan lainnya," kata Rena.  

Jika memang pada beberapa hal harus meminta bantuan pada anak atau orang lain di sekitarnya, maka lansia jangan ragu untuk minta tolong tanpa mengurangi makna kemandirian itu sendiri.

"Atau bisa juga ada alat-alat bantu yang sudah disediakan oleh anak-anaknya, sehingga memudahkan lansia melakukan sesuatu secara mandiri sesuai kemampuan fisiknya," jelas Rena. (mag)

Ingin berkonsultasi dengan Dr. Rena Latifa, M. Psi.? Opa-Oma bisa menghubungi Pusat Layanan Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di nomor: 0812 8817 8208. 

foto: ilustrasi lansia beraktivitas 
 

Artikel Lainnya
Artikel
07 Agustus 2020 06:28 Wib
Tags
lansia
lansia sehat
merawat lansia
geriatri
kesehatan mental lansia
successful aging
rena latifa