Kembali
×
Lansia Perlu Tahu Apa itu Antioksidan, Manfaat dan Bahayanya
02 Juni 2020 12:39 WIB

Menjalani masa tua dengan sehat, mandiri dan aktif adalah dambaan banyak lansia di seluruh belahan dunia. Untuk itu, berbagai upaya menjaga kebugaran tubuh selalu dilakukan. Selain olahraga, asupan gizi yang cukup dan seimbang menjadi penting, ditambah suplemen vitamin dan mineral jika memang dianjurkan oleh dokter.

Di luar itu, saat ini juga banyak suplemen yang mengandung antioksidan yang juga diberikan untuk mencegah penyakit. Sebelum bicara lebih jauh tentang suplemen antioksidan, yuk kita kenali dulu apa itu antioksidan. Antioksidan sendiri adalah sifat dari senyawa yang dihasilkan tubuh untuk melindungi tubuh dari kerusakan karena radikal bebas.

"Tubuh kita bisa menghasilkan antioksidan tanpa disuruh, untuk melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas," kata dr. Rensa, Sp.PD, K-Ger, Finasim, pada acara webinar bertajuk: 'Kenali Suplemen Vitamin dan Antioksidan Pada Lansia', yang dihelat oleh Geriatri.id dan Pergemi, Senin (1/6)

Radikal bebas sendiri adalah senyawa kimia yang memiliki elektron tunggal alias tidak berpasangan, sehingga selalu berusaha mencari pasangan. "Secara molekuler, radikal bebas mencari elektron lain supaya dia bisa berfungsi bekerja," jelas dr. Rensa.

Radikal bebas sendiri merupakan hasil sampingan dari proses metabolisme yang normal di tubuh yang melibatkan oksigen. "Jadi selama kita bernafas radikal bebas selalu ada dalam tubuh yang secara seimbang berusaha dipertahankan di tubuh," papar dr. Rensa.

Bertugas melindungi tubuh dari radikal bebas, antioksidan pada tingkat tertentu tidak dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kondisi ini terjadi jika jumlah antioksidan lebih sedikit dari radikal bebas karena ada paparan radikal bebas dari faktor eksternal seperti merokok, paparan sinar matahari yang berlebih, polusi udara, dan peradangan dalam tubuh.

Pada kondisi ini, antioksidan yang dihasilkan tubuh tidak mampu mencapai keseimbangan (sering disebut keseimbangan redoks), sehingga terjadi kondisi yang disebut reductive stress dimana jumlah radikal bebas lebih banyak dari radikal bebas. "Jadi antara antioksidan dengan radikal bebas secara alami terus berusaha mencapai keseimbangan redoks. Kalau kelebihan antioksidan juga bisa berbahaya karena organ tubuh kita tidak bisa berfungsi optimal akibat stres reduktif," jelasnya.

Intinya, antara antioksidan dan radikal bebas harus berada dalam posisi seimbang. Dengan demikian antioksidan bisa berfungsi optimal menghambat oksidasi dan menetralisir radikal bebas. Sumber antioksidan sendiri, selain dari dalam tubuh atau antioksidan endogen (secara alami berada di dalams el manusia), juga bisa berasal dari luar tubuh atau eksogen, yang berasal dari makanan dan minuman. Antioksidan eksogen ini contohnya ada pada makanan yang mengandung vitamin A, C, E, betakaroten, dan senyawa fito kima. 


Jenis Antioksidan

1. Antioksidan Enzimatik: mengkatalisir pemusnahan radikal bebas dalam sel.

2. Non Enzimatik: misalnya vitamin E, alpha lipoic acid (ALA) dan glutathione.

Kemudian apakah tubuh manusia membutuhkan suplementasi antioksidan rutin? dr. Rensa mengatakan, untuk menjaga kesehatan tubuh kita tidak hanya fokus pada antioksidan. Karena beberapa penelitan juga membuktikan, mengkonsumsi suplemen antioksidan tidak memperpanjang usia. Bahkan ada beberapa penelitian juga yang menunjukkan suplemen antioksidan tertentu justru bisa memperpendek umur.

"Jadi terlalu banyak antioksidan juga harus diwaspdai, karena juga belum tentu berpengaruh pada kesehatan manusia," jelas dr. Rensa.

Kemudian, bagaimana suplementasi antioksidan pada lansia? Pemberian suplemen antioksidan pada lansia, kata dr. Rensa bisa diberikan dengan restriksi atau pembatasan kalori dan latihan jasmani rutin. "Kurangi gula untuk memperlambat proses penuaan dan menghambat penyakit kronis degeneratif," kata dr. Rensa.

Namun, sekali lagi dr. Rensa mengingatkan, sebagian besar studi tentang antioksidan bersifat studi observasional dan/atau eksperimental pada hewan coba. "Ujicoba pada hewan, belum tentu hasilnya sama dengan jika diterapkan pada manusia," tegasnya. (mag)

Artikel Lainnya
Artikel
08 Juli 2020 07:04 Wib
Artikel
07 Juli 2020 19:10 Wib
Tags
geriatri
lansia
vitamin lansia
antioksidan