Kembali
×
Kenali Gejala Depresi pada Lansia
31 Mei 2020 23:06 WIB

Geriatri.id - Melihat berbagai stresor pada lansia, depresi juga dianggap sebagai suatu keniscayaan. Namun depresi bukanlah sesuatu yang normal terjadi pada usia lanjut. Depresi bisa ditangani, dan lansia dapat menikmati masa tua dengan bahagia.

Meski depresi bukan bagian dari penuaan normal, kemungkinan lansia untuk mengalami depresi meningkat bila ada penyakit fisik atau disabilitas. Sebagai contoh, 25% lansia yang pernah  stroke mengalami depresi. Angka depresi juga meningkat pada lansia yang menjalani perawatan di rumah sakit dan hal tersebut dapat memperpanjang lama rawat serta meningkatkan biaya pengobatan.

Gejala depresi pada lansia sering tidak dikenali karena tampak sebagai keluhan fisik dan baik lansia ataupun keluarga tidak mengenali gejala tersebut sebagai tanda awal terjadinya depresi. Lansia yang depresi juga sering mengeluh lupa sehingga dianggap sebagai demensia, walapun keluhan lupa pada depresi biasanya akan membaik bila depresinya diatasi. Lansia yang mengalami depresi merasa sedih yang berlangsung lama paling sedikit dua minggu.

Selain gejala tersebut beberapa hal yang patut diwaspadai antara lain:

  1. Pesimis atau putus asa
  2. Tidak berdaya atau merasa bersalah
  3. Mudah tersinggung dan merasa gelisah
  4. Hilang minat pada aktivitas dan hobi yang dulu disukai
  5. Kelelahan dan penurunan energi
  6. Sulit konsentrasi, mengingat detail dan mengambil keputusan
  7. Insomnia terbangun dini hari atau malah tidur berlebih
  8. Hilang nafsu makan atau makan berlebih
  9. Ada ide atau telah melakukan percobaan bunuh diri
  10. Mengeluhkan nyeri, sakit kepala, sakit perut terus menerus dan tidak membaik meski dengan pengobatan

Setelah mengetahui tanda dan gejala gangguan jiwa pada lansia, berikut tips untuk keluarga dan caregiver lansia, seperti dikutip dari laman kemkes.go.id: 

  1. Ajak untuk berobat, sampaikan dengan baik bahwa kondisinya dapat diobati sehingga membaik. Yakinkan berobat untuk gangguan jiwa bukan berarti “gila”. Sarankan menemui dokter keluara yang  sudah dikenal baik untuk memberikan rasa nyaman bagi lansia
  2. Tawarkan bantuan praktis bila lansia kesulitan dengan aktivitas sehari-hari seperti beberlanja, memasak, membersihkan rumahh, atau mungkin perlu pula mengingatkan jadwal makan bila mereka lupa
  3. Bersikap sabar, lansia dengan gangguan jiwa mungkin akan sering bertanya karena butuh diyakinkan. Seringkali hal itu terjadi karena mereka takut atau karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi akan dirinya. Caregiver perlu memahami hal tersebut dan meyakinkan sebisa mungkin
  4. Merawat lansia dengan gangguan jiwa sangat melelahkan, jangan ragu untuk mencari bantuan atau membuat jadwal jaga agar perawatan dapat berjalan optimal
  5. Lansia yang sedang mengalami gangguan jiwa terkadang mengambil keputusan kurang rasional, jangan turuti semua permintaannya terutama berdampak besar seperti pindah, menjual rumah atau membagi warisan.
  6. Jangan paksa lansia dengan gangguan jiwa untuk berbicara, terkadang mereka hanya ingin ditemani
  7. Jangan pula memaksa lansia melakukan sesuatu. Aktivitas fisik memang membuat perasaan lebih baik tapi tidak dapat dilakukan secara terpaksa. Akan lebih baik bila kita menawarkan menemani mereka melakukan sesuatu yang mereka suka seperti melakukan hobinya
  8. Jangan ragu untuk menanyakan ide bunuh diri, menanyakan bukan berarti memberi ide. Orang dengan ide bunuh diri akan merasa lega bila tahu ada orang yang memahami.
  9. Jangan menghakimi dan tetap berikan dukungan. 

Foto : freepik.com

Artikel Lainnya
Artikel
25 September 2020 23:37 Wib
Artikel
25 September 2020 11:00 Wib
Artikel
24 September 2020 09:20 Wib
Artikel
22 September 2020 06:30 Wib
Tags
geriatri
lansia
lanjutusia
usialanjut
depresi