Kembali
×
Kiat Menjaga Kesehatan Lansia Selama Pandemi Covid-19
22 Mei 2020 10:48 WIB

Geriatri.id - Pandemi covid-19 masih belum berakhir. Semua harus tetap waspada dan mengikuti protokol kesehatan yang disarankan. Terlebih, bagi para lansia lansia yang notabene lebih rentan tertular penyakit ini.

“Kalau tidak terlalu penting, oma opa disarankan untuk tidak keluar rumah. Beraktivitas di rumah atau halaman depan rumah saja. Kenapa? Karena kalau keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang, bisa mudah tertular,” papar dr. Vera Sp.PD, K-Ger, pada acara Live Talkshow di Facebook dengan tema “ Kesehatan Opa Oma Selama Pandemi Covid-19” beberapa waktu lalu.  

Menurut dokter ahli konsultan geriatri ini, seiring bertambahnya usia, perjalanan hidup seseorang yang awalnya bugar dan mandiri, makin lama makin tergantung pada orang lain.  Ada yang kemudian sulit berjalan bahkan menggunakan alat bantu seperti kursi roda. “Itu konsep lama, semua orang ketika menghadapi masa tua. Namun, pada konsep baru berupaya mengembalikan kondisi lansia kalau bisa kembali bugar lagi, tak perlu menggunakan alat bantu lagi, dan sebagainya.”

Bagaimana caranya mengembalikan kondisi lansia yang rapuh kembali menjadi bugar? Pada Live talkshow yang diselenggarakan oleh PERGEMI dan geriatri.id ini, dokter Vera menjelaskan, bila berat badan lansia turun terus, maka perlu dicari tahu penyebabnya dan perhatikan asupan gizinya. Bila lansia kurang mampu beraktivitas fisik atau badannya lemah, maka perlu latihan olahraga, obati penyakit kronis yang dialaminya dan ditambah konsumsi suplemen vitamin.

Lansia mengalami penurunan berat badan umumnya karena nafsu atau selera makan berkurang. Maka perlu ditelusuri penyebabnya, apakah oma opa mengalami penyakit infeksi misalnya penyakit paru, saluran kemih, mulut berjamur, sakit gigi, gangguan pencenaan, mual atau muntah,  sulit BAB, kurang minum, atau mengalami tumor ganas.  

Sebagai contoh, bila lidah tampak ‘gundul’ ada bintik-bintik, kemungkinan karena kurang vitamin dan kering/kurang minum.  Akibatnya, makanan takkan terasa enak. Begitu juga bila lidah dipenuhi jamur, pasti lansia tak makan. Kasus lain, langit-langit mulut tampak merah seperti huruf C, kemungkinan karena gigi palsunya tak pernah dilepas dan dicuci. Sakit di area gigi dan mulut juga menyebabkan lansia tak mau makan.  

Kemudian, perhatian juga jenis asupan makanan yang dikonsumsi lansia. Tentunya, lansia yang mengalami mulut kering, misalnya jangan diberi roti bagelan, tapi berikan makanan berkuah untuk memicu produksi ludah. Misalnya, sayuran atau buah-buahan yang lunak.

Penting diperhatikan, kata dr. Vera  hindari memberikan lansia hanya susu atau bubur bayi. Boleh memberikan susu atau bubur sesekali atau sedikit-sedikit, tapi bukan berarti asupan konsumsi harian diganti sepenuhnya dengan susu atau bubur bayi saja. “Oma dan opa bukan bayi, susu bayi atau bubur bayi kadar garamnya rendah karena ginjal bayi belum bisa memproses garam tinggi. Kandungan mikronutrien dan serat juga rendah. Efeknya, lansia jadi sulit buang air besar atau sembelit.”

Selain memerhatikan asupan gizi, hal penting lainnya bagi lansia adalah latihan fisik atau olahraga agar badan tidak lemah. Lansia bisa melakukan olahraga ringan misalnya jalan kaki. Namun, selama pandemi covid-19 ini tentu tidak leluasa beraktivitas di luar rumah. Olahraga bisa juga dilakukan di rumah menyesuaikan situasi. Penting bagi lansia untuk melatih kekuatan otot supaya kondisinya tidak rapuh.

Diam di rumah selama pandemi ini tentunya bukan berarti tidak melakukan aktivitas apapun. Justru bila merasa terisolasi secara sosial efeknya bisa depresi dan daya hidup berkurang. Olahraga tetap bisa dilakukan meski di rumh. Nah, supaya tak merasa malas olahraga sendirian, bisa misalnya melalui internet, zoom meeting atau google meeting, atau ditemani oleh cucunya agar termotivasi. Pasalnya, bia otot lansia mengecil berisiko nanti sulit berjalan dan risiko jatuh lebih tinggi. Akibatnya bisa patah tulang.

Selanjutnya, agar lansia kembali ‘bugar’ dan tidak rapuh, bila mengalami penyakit kronis pastikan pengobatannya. Berbagai penyakit pada lansia bisa dikendalikan dengan obat rutin. Tak kalah penting juga adalah asupan vitamin D. Secara alami, vitamin D bisa didapatkan dari sinar matahari dengan cara berjemur. (hil)

Foto: freepik.com

 

Artikel Lainnya
Tags Article
geriatri
lansia
lanjutusia
usialanjut