Kembali
×
Lansia Kurang Vitamin D Berisiko Sakit Pinggang
14 Februari 2020 15:22 WIB

Geriatri.id - Nyeri pinggang kerap menjadi masalah yang dihadapi lansia, terutama perempuan.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa kekurangan Vitamin D, merokok, bobot tubuh tidak seimbang dan osteoporosis merupakan faktor yang berisiko memicu sakit pinggang.

 Penelitian yang dilakukan oleh North American Menopause Society (NAMS) menyebutkan bahwa wanita pascamenopause memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin D daripada laki-laki. Artinya wanita lebih berpotensi mengalami nyeri pinggang dan degenerasi lumbar diskus.

Degenerasi lumbar adalah penyakit yang terjadi ketika diskus antara tulang belakang mulai kehilangan bantalannya. Gesekan dari tulang-tulang yang saling bergesekan dapat menyebabkan rasa sakit.

 Direktur medis NAMS Stephanie Faubion menjelaskan, vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan membangun tulang yang kuat, menjaga konsentrasi fosfor, serta mengungari sensitivitas nyeri otot dan peradangan.

Semua wanita yang telah mengalami menopause memiliki konsentrasi serum kurang dari 10 ng /mL, yang mengindikasikan defisiensi vitamin D yang parah. Konsentrasi yang lebih rendah secara signifikan terkait dengan nyeri punggung bawah.

Untuk mengurangi sakit pinggang, para wanita mesti mencukupi kebutuhan Vitamin D. Salah satu asupan vitamin D alami yakni bisa didapat dari sinar matahari pagi.

Selain menjaga asupan Vitamin D, beberapa hal penting untuk membantu menjaga kesehatan punggung Anda:

1. Tetap bugar
Otot punggung dan perut yang lemah --karena kondisi atau usia- menyebabkan atau memperburuk nyeri pinggang. Peregangan dan penguatan otot punggung dan perut penting tidak hanya untuk mengobati nyeri punggung bawah, tetapi juga untuk membantu mencegah terulangnya masalah.

Aktivitas aerobik tertentu lebih aman untuk punggung Anda daripada yang lain. Sebagai contoh, bersepeda (baik yang diam atau teratur), berenang, dan berjalan merupakan berisiko rendah dan manfaat tinggi bagi.

2. Pertahankan berat badan yang sehat
Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko sakit pinggang dan memperlambat pemulihan Anda. Semakin berat Anda, semakin besar beban tulang belakang Anda. Lebih buruk lagi, jika sebagian besar berat Anda datang dalam bentuk lemak perut, bukan otot, pusat gravitasi Anda dapat bergeser ke depan.

Dengan mempertahankan berat badan yang sehat, Anda dapat meringankan beban pada tulang belakang Anda. Untuk melihat apakah Anda berada pada berat badan yang sehat (normal), hitung indeks massa tubuh (BMI) Anda, yang mempertimbangkan tinggi dan berat badan Anda.

3. Hentikan kebiasaan buruk
Anda pasti pernah mendengar pesan ini sebelumnya: merokok membahayakan kesehatan Anda. Kebiasaan ini tidak hanya meningkatkan risiko kanker paru-paru, penyakit jantung, hipertensi, dan sejumlah masalah kesehatan lainnya, tetapi juga membahayakan punggung Anda.

Penelitian menunjukkan bahwa perokok lebih sering mengalami episode sakit punggung daripada bukan perokok.

Para ilmuwan percaya bahwa nikotin dalam rokok berkontribusi terhadap nyeri punggung bawah dalam dua cara. Pertama, nikotin menghambat aliran darah ke tulang belakang dan cakram. Ini merusak fungsi mereka dan dapat memicu serangan sakit punggung. Kedua, perokok cenderung kehilangan tulang lebih cepat daripada bukan perokok, menempatkan mereka pada risiko yang lebih besar untuk osteoporosis, penyebab umum lain dari sakit punggung.

4. Meringankan beban Anda
Hati-hati dengan barang bawaan. Jangan tertallu membebankan pada tubuh. Cobalah untuk hanya membawa barang-barang penting, dan meringankan beban Anda bila memungkinkan. Pilih ransel yang memiliki kompartemen ukuran berbeda untuk membantu mendistribusikan berat badan secara merata.

Saat membawa beban berat, gunakan tali pinggul untuk penyangga. Untuk beban yang sangat berat, gunakan ransel dengan roda.

5. Kembangkan kebiasaan sehat
Kegiatan sehari-hari, mulai dari menyedot debu rumah dapt dilakukan sekaligus berlatih fisik. Misalnya, sambil berdiri untuk melakukan tugas-tugas biasa seperti menyetrika atau melipat cucian, pertahankan satu kaki di atas bangku kecil.

Jangan tetap duduk atau berdiri dalam posisi yang sama terlalu lama. Regangkan, geser posisi Anda, atau berjalan-jalan singkat saat Anda bisa. (ymr)

Foto Pixabay

Artikel Lainnya
Artikel
20 Februari 2020 09:55 Wib
Artikel
18 Februari 2020 09:43 Wib
Artikel
18 Februari 2020 07:58 Wib
Tags Article
lansia
geriatri
kesehatan