Kembali
×
Waspada Kanker Usus Besar Mengintai di Usia Lanjut
08 Maret 2019 19:44 WIB

Di Amerika Serikat, setiap Maret diperingati sebagai National Colon Cancer Awareness Month, untuk menggugah kesadaran, kepedulian dan kewaspadaan akan kanker kolorektal (usus besar).

Mungkin belum banyak yang tahu, ternyata lebih dari 90% kasus kanker kolorektal terjadi pada orang berusia 50 tahun atau lebih. Kanker usus besar ini berada diurutan ketiga kasus kanker paling umum yang terjadi pada pria dan wanita di Amerika Serikat. Karena itu, bagi yangg sudah berusia 50 tahun disarankan melakukan uji untuk mendeteksi apakah ada masalah kanker kolorektal atau tidak.

Pada 2011, The American Cancer Society memperkirakan 101.700 kasus baru kanker usus besar dan 39.510 kasus baru kanker rektum.  Dari angka tersebut, pasien kanker usus besar mengalami kematian mencapai 49.380 jiwa.

Namun, tingkat kematian selama 20 tahun terakhir telah menurun. Mengapa? Karena polip atau pertumbuhan jaringan di lapisan usus besar dapat dihilangkan sebelum menjadi kanker. Selain itu, pengobatan atau penanganan untuk kanker kolorektal telah membaik. Saat ini, ada lebih dari 1 juta penderita kanker kolorektal di AS.

Meski jumlah kasusnya menurun, kanker kolorektal perlu diwaspadai karena terus memengaruhi kualitas hidup lansia. Karena itu, kita perlu mengetahui faktor-faktor risiko yang bisa memengaruhi munculnya masalah kesehatan ini, yaitu:

Risiko yang Tidak Dapat Anda Kontrol

Usia

90% orang yang didiagnosis dengan kanker kolorektal berusia 50 tahun atau lebih.

Riwayat polip

Jika Anda pernah mengalami polip adenoma di masa lalu, risiko Anda terkena kanker kolorektal meningkat. Jika polip Anda dihilangkan, Anda berisiko lebih tinggi terkena kanker baru di rektum atau usus besar.

Riwayat radang usus (IBD)

Penyakit IBD atau Crohn adalah kolon yang meradang dalam waktu lama. Hal ini dapat memicu displasia, yang merupakan sel abnormal pada lapisan usus besar atau dubur. Sel-sel ini dapat berubah menjadi kanker. IBD berbeda dengan irritable bowel syndrome (IBS). IBS tidak meningkatkan risiko Anda mengalami kanker usus besar.

Riwayat keluarga dengan kanker kolorektal

Sekitar 1 dari 5 orang yang menderita penyakit ini memiliki anggota keluarga yang pernah atau memiliki riwayat mengalami kanker usus besar.

Risiko yang Dapat Anda Kontrol

Faktor gaya hidup memengaruhi terjadinya kanker kolorektal, di antaranya:

Diet tinggi daging merah (daging sapi) dan daging olahan (hotdog) dapat meningkatkan risiko mengalami kanker usus besar. Selain itu, memasak daging pada suhu tinggi (menggoreng atau memanggang) dapat menimbulkan bahan kimia yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kanker usus besar, meskipun hubungan ini masih belum jelas.

Kurang aktivitas fisik juga meningkatkan risiko Anda terkena kanker kolorektal. Olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi risiko ini.

Obesitas meningkatkan risiko Anda terkena kanker. Kontrol berat badan Anda dengan diet sehat dan olahraga teratur.

Perokok jangka panjang lebih berisiko mengalami kanker kolorektal dibandingkan yang bukan perokok.

Konsumsi alkohol juga dikaitkan dengan kanker kolorektal. Beberapa ahli menilai, peminum alkohol memiliki kadar asam folat yang rendah dalam tubuhnya.

Mereka yang menderita diabetes tipe 2 juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami kanker kolorektal.

Mendeteksi Kanker Kolorektal

Adapun tes skrining untuk menemukan potensi kanker kolorektal di antaranya:

Sigmoidoskopi fleksibel (flex-sig)

Kolonoskop (kolonoskopi)

Kolonoskopi virtual (CT colonography)

 

Adapun empat jenis utama perawatan kanker kolorektal  di antaranya:

Operasi

Terapi radiasi

Kemoterapi

TroVax, vaksin kanker

Jadi bukan rahasia lagi bahwa kanker kolorektal lebih memengaruhi kalangan lansia daripada usia yang lain. Hilangkan stres dari kehidupan sehari-hari dengan melakukan pemeriksaan kanker kolorektal ketika Anda berusia 50 tahun. (Hil)

Sumber: seniorliving.org

Artikel Lainnya
Artikel
25 September 2020 23:37 Wib
Artikel
25 September 2020 11:00 Wib
Artikel
24 September 2020 09:20 Wib
Artikel
22 September 2020 06:30 Wib
Tags
geriatri
lansia
usialanjut
lansiasehat
lansiakanker
kankerususbesar
kankerklorektal