Kapan Harus Khawatir? Kenali Tanda-tanda Awal Demensia

Geriatri.id - Demensia akan berdampak pada kualitas hidup kelompok lanjut usia (lansia). Ini menjadi masalah rumit karena pada tahap awal, demensia sulit dibedakan dengan kondisi lain. 

Survei YouGov baru-baru ini dilakukan Alzheimer’s Research UK. Hasil survei menunjukkan kurang dari separuh peserta (49%) dapat menyebut ‘kehilangan ingatan’ sebagai efek demensia. 

Hanya 12% dari 2.162 peserta mengatakan mereka tahu demensia menyebabkan orang kehilangan kemandirian. Sementara hampir seperempat (22%) mengatakan mereka tidak tahu bagaimana kondisi ini berdampak pada manusia.

Ini adalah temuan yang mengejutkan, mengingat demensia akan berdampak pada berbagai aspek kehidupan. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Saat ini hampir satu juta orang di Inggris mengidap demensia. Kondisi ini akan mempengaruhi 1 dari 2 orang – baik dengan menerima diagnosis sendiri, merawat orang tercinta pengidap demensia, atau keduanya.

Karena itu, penting meningkatkan kesadaran akan tanda-tanda awal demensia sehingga orang yang mengalami gejalanya dapat dirujuk ke klinik memori untuk penilaian lengkap dan diagnosis akurat dan tepat waktu. 

Diagnosis dini berarti penderita demensia dan orang yang mereka cintai dapat merencanakan masa depan, mengakses perawatan dan dukungan yang tepat.

Saat pertama kali muncul, tanda dan gejala demensia seringkali ringan dan tidak mudah dikenali. 

Kelupaan ringan, perubahan persepsi atau cara berbicara bisa menjadi indikasi awal ada sesuatu yang salah. 

Sangat penting untuk mengetahui gejala-gejala itu dapat disebabkan hal lain, seperti suasana hati yang buruk, atau efek samping obat-obatan. Tapi itu bisa jadi merupakan tanda awal demensia.

Berikut tanda-tanda demensia dikutip dari alzheimersresearchuk.org:

Halaman: