Kembali
×
Tanya Dokter: Apakah Pengapuran pada Lansia Harus Dioperasi?
12 Februari 2024 19:57 WIB

Geriatri.id - Tiga pertanyaan terkait pengapuran tulang pada lansia mengemuka dalam live streaming Program Lansia Online (LOL) 'Jangan Sepelekan Pengapuran pada Lansia' di Youtube Geriatri TV pada Sabtu, 3 Februari 2024. 

Berikut pertanyaan dari Sobat Geriatri serta jawaban dr. Suryadi Wirawan, Sp.OT (K) dari RS Siloam Mampang yang menjadi narasumber.

Apakah pengapuran sendi pada lansia harus segera dioperasi atau bisa dengan terapi saja? 

Indikasi operasi pada pengapuran sendi. Sekarang ini banyak alternatif operasi dalam arti pertama, yang sering kali dioperasi itu sarafnya dilaser. Bisa dimasukkan endoskopi ke dalam lututnya, bisa saraf nyerinya dimatikan tapi permukaan sendinya tidak diapa-apakan.

Jadi maksud dari terapi ini adalah sekadar mematikan alarm dari lututnya. Rasa nyeri yang jadi alarm yang memberitahu ada masalah di dalam tubuh itu dimatikan. 

Jadi efeknya kakinya ada kemungkinan progres semakin bengkok entah itu bengkoknya O entah itu bengkoknya X. 

Ada kemungkinan setelah enam bulan sarafnya tumbuh kembali. Setelah tumbuh kembali bisa normal atau kurang normal dalam arti kondisi kurang baik dari sarafnya ini bisa memberikan rasa nyeri padahal tidak ada apa-apa di lututnya. Itu alternatif yang relatif tidak banyak luka. 

Alternatif berikutnya diganti permukaan sendinya, diberikan permukaan baru supaya saraf-saraf yang ada di tulang pengapuran itu sekaligus diangkat, diganti dengan permukaan logam yang diselipin bantalan sintetis sehingga relatif tidak menimbulkan radang dan nyeri. 

Indikasinya seringkali bergantung pada derajatnya. Derajat yang seringkali diajukan operasi derajat 3 dan derajat 4. Intinya kalau ada tulangnya yang bersentuhan, dan itupun bukan indikasi wajib.

Maksud saya tergantung pada toleransi pasien, dalam arti kalau paisennya masih bisa mentoleransi rasa nyerinya bisa dilanjutkan dengan terapi non operatif. 

Tapi kalau nyerinya sangat mempengaruhi kualitas hidup, sangat disarankan untuk dilakukan pengendalian dari nyerinya. Operasinya ini utamanya adalah pengendalian dari nyerinya. 

Jadi harus benar-benar ditimbang hasil dari operasi ini bisa mengurangi nyerinya, lebih besar manfaat pengurangan nyerinya dibandingkan nyeri sebelum operasi. 

Jadi tentu saja nyerinya harus sangat-sangat signifikan, sangat-sangat dirasakan, sangat-sangat mengurangi kemandirian, sangat-sangat mengurangi kualitas hidup, sangat-sangat mengurangi kepuasan dari pasiennya baru dilakukan alternatif operasi yang sedikit banyak juga bisa menimbulkan nyeri tapi tidak senyeri saat ini.

Pilihannya kalau nyerinya tidak terlalu signifikan minimal bisa dilakukan minimal invasif kayak laser ataupun dengan endoskopi. 

Tapi kalau memang signifikans sekali, bisa dengan penggantian permukaan sendi. Penggantian permukaan sendi sekarang ada yang penggantian sebagian, ada yang total bergantung indikasinya biasanya grade 3 dan 4.

Saya sudah kena OA dan sudah suntik dengkul sepuluh kali. Kira-kira bisa kumat lagi gak dengkulnya?

"Injeksi pada lutut bisa pada grade 1. Jadi kalau efektivitas injeksi itu bisa mencegah nyeri pada grade 1 dan grade 2. Artinya grade awal dan menengah, rata-rata mencegah nyerinya sampai dua tahun. 

Tapi ini tidak secara pasti, dalam arti bisa dipengaruhi oleh berat badan. Dua tahun ini bisa berkurang karena berat badan meningkat, aktivitas naik turun tangga lebih banyak.

Jadi beberapa aktivitas kayak naik tangga itu sebaiknya dihindari dan joging juga dihindari. Beberapa olahraga yang disarankan naik sepeda, berjalan bisa, berenang paling bagus, berjalan di air juga bagus.

Aktivitas fisik dan berat badan bisa mengurangi efektivitas dari obat suntik. Tapi kalau misalkan grade 3 atau grade 4, tampak dari rontgennya saja tulangnya udah saling menempel itu bisa jauh berkurang, bisa satu tahun, bisa enam bulan, bisa tiga bulan.

Tergantung juga suntikannya. Kalau suntikannya itu kental sekali mungkin bisa bertahan lebih lama dibanding yang kurang kental. Jadi yang berpengaruh itu derajatnya, aktivitas fisik, berat badan dan kemudian jenis suntikan yang dikasih. 

Yang saya bilang itu (dua tahun) yang suntikan kental, kalau yang kurang kental mungkin di bawah dua tahun. Yang dua tahun itu juga tergantung aktivitas fisik dan berat badannya. 

Bisa kumat atau nggak tergantung apa yang saya sebutkan tadi."

Apa benar vitamin D baik untuk tulang. Jika benar berapa banyak yang dibutuhkan dan bagaimana cara memenuhinya?

Sebenarnya vitamin D dihasilkan tubuh dalam jumlah tertentu. Tetapi sejalan dengan bertambahnya umur, terjadi penurunan jumlah vitamin D dalam tubuh. 

Kita sulit memastikan jumlah vitamin D3 seberapa cukup di dalam tubuh. Kalau memungkinkan kita periksa berapa jumlahnya tapi kalau tidak memungkinkan kita bisa langsung mengonsumsi vitamin D3 2000 international unit.

Jadi vitamin D3 bisa kita konsumsi setiap hari, tetapi juga diminum kalsiumnya. Ada beberapa sediaan memberikan vitamin D3 dan kalsium dalam kondisi barengan. Tapi kalau ditanya jumlahnya, 2000 international unit. Bagaimana cara memenuhinya? Dengan suplementasi tiap hari. *** 

Video Lansia Online

    
 

Artikel Lainnya