Kembali
×
Tips Bagi Caregiver dan Keluarga Penderita Demensia
11 Februari 2024 17:24 WIB

Geriatri.id - Bagi banyak keluarga, merawat lansia penderita demensia bukan pekerjaan mudah sehingga terkadang membutuhkan seorang caregiver. 

Jutaan orang di Amerika Serikat merawat teman atau anggota keluarga yang menderita penyakit Alzheimer atau demensia. Ada pengasuh yang tinggal bersama atau berdekatan dengan orang demensia atau tinggal terpisah. 

Pada awal penyakit Alzheimer dan demensia, orang mengalami perubahan dalam berpikir, mengingat, dan bernalar yang memengaruhi kehidupan dan aktivitas sehari-hari. 

Pada akhirnya, mereka akan membutuhkan lebih banyak bantuan dalam melakukan tugas sederhana sehari-hari, termasuk mandi, berdandan, dan berpakaian. Mungkin bantuan dalam aktivitas pribadi membuat mereka kesal. 

Tips untuk caregiver yang merawat penderita demensia

- Usahakan mereka menjaga rutinitas, seperti mandi, berpakaian, dan makan pada waktu yang sama setiap harinya.

- Bantu mereka menuliskan daftar tugas, janji temu, dan acara di buku catatan atau kalender.

- Rencanakan aktivitas yang mereka sukai dan coba lakukan pada waktu yang sama setiap hari.

- Pertimbangkan sistem atau pengingat untuk membantu mereka minum obat secara teratur.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

- Saat berpakaian atau mandi, biarkan mereka melakukan aktivitas sebanyak mungkin.

- Belilah pakaian longgar, nyaman, dan mudah digunakan, seperti pakaian dengan ikat pinggang elastis, pengikat kain, atau penarik ritsleting besar sebagai pengganti tali sepatu, kancing, atau gesper.

- Gunakan kursi mandi kokoh untuk menopang dan mencegah terjatuh. Beli kursi mandi di perlengkapan medis.

- Bersikaplah lembut dan hormat. Beri mereka apa yang akan dilakukan, selangkah demi selangkah sambil membantunya mandi atau berpakaian.

- Sajikan makanan di tempat yang konsisten dan familier serta berikan mereka waktu cukup untuk makan.

Tips perubahan komunikasi dan perilaku penderita demensia

Komunikasi mungkin sulit bagi penderita Alzheimer dan demensia karena mereka kesulitan mengingat sesuatu. 

Mereka juga bisa menjadi gelisah dan cemas, bahkan marah. 

Dalam beberapa bentuk demensia, kemampuan berbahasa terpengaruh sehingga penderita kesulitan menemukan kata yang tepat atau kesulitan berbicara. 

Mungkin ini membuat frustrasi atau tidak sabar pengasuhnya. Namun penting dipahami bahwa penyakit ini menyebabkan perubahan dalam keterampilan komunikasi. 

Tips membantu penderita demensia berkomunikasi:

- Yakinkan mereka. Bicaralah dengan tenang. Dengarkan kekhawatiran dan frustrasinya. Cobalah untuk menunjukkan Anda memahami jika orang tersebut sedang marah atau takut.

- Izinkan mereka memegang kendali sebanyak mungkin dalam hidupnya.

- Hormati ruang pribadi mereka.

- Ciptakan waktu tenang dalam sehari, bersama dengan aktivitas.

- Simpanlah benda-benda dan foto-foto yang disukai di sekitar rumah untuk membantu mereka merasa lebih aman.

- Ingatkan mereka siapa Anda jika tidak ingat, namun cobalah untuk tidak mengatakan, “Apakah Anda tidak ingat?”

- Dorong percakapan dua arah selama mungkin.

- Cobalah mengalihkan perhatian mereka dengan suatu aktivitas, seperti buku atau album foto yang familiar, jika Anda kesulitan berkomunikasi dengan kata-kata.

Tips pola hidup sehat dan aktif bagi penderita demensia

Makan sehat dan tetap aktif baik untuk semua orang, terutama bagi penderita Alzheimer dan demensia. 

Ketika penyakit ini semakin berkembang, menemukan cara bagi penderitanya untuk mengonsumsi makanan sehat dan tetap aktif menjadi semakin menantang. 

Berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu:

- Pertimbangkan berbagai aktivitas berbeda yang dapat mereka lakukan agar tetap aktif, seperti pekerjaan rumah tangga, memasak dan membuat kue, berolahraga, dan berkebun. 

Cocokkan aktivitas tersebut dengan apa yang dapat mereka lakukan.

- Membantu memulai suatu aktivitas atau bergabunglah untuk menjadikan aktivitas tersebut lebih menyenangkan. 

Penderita demensia mungkin kurang minat atau inisiatif dan kesulitan memulai aktivitas. 
Namun, jika orang lain melakukan perencanaan, mereka boleh ikut serta.

- Tambahkan musik ke latihan atau aktivitas jika itu membantu memotivasi mereka. Menarilah mengikuti musik jika memungkinkan.

- Bersikaplah realistis tentang berapa banyak aktivitas yang dapat dilakukan dalam satu waktu. 
Beberapa “latihan mini” singkat mungkin yang terbaik.

- Jalan-jalan bersama setiap hari. Olahraga juga baik untuk pengasuh.

- Belilah beragam makanan sehat, namun pertimbangkan makanan yang mudah disiapkan, seperti salad sudah jadi dan porsi tunggal.

- Beri mereka pilihan tentang apa yang akan dimakan, misalnya, “Apakah Anda ingin yogurt atau keju cottage?”

Tips keamanan rumah bagi penderita demensia

Sebagai pengasuh atau anggota keluarga penderita Alzheimer atau demensia terkait, Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk membuat rumah menjadi tempat lebih aman. 

Menghilangkan bahaya dan menambahkan fitur keselamatan di sekitar rumah dapat membantu memberikan mereka lebih banyak kebebasan untuk bergerak secara mandiri dan aman. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

- Jika memiliki tangga, pastikan minimal ada satu pegangan. Letakkan karpet atau strip pegangan pengaman di tangga, atau tandai tepi tangga dengan selotip berwarna cerah agar lebih terlihat.

- Masukkan steker pengaman ke stopkontak yang tidak digunakan dan pertimbangkan kait pengaman pada pintu lemari.

- Singkirkan barang-barang yang tidak terpakai, permadani kecil, kabel listrik, dan lainnya yang bisa membuat mereka tersandung.

- Pastikan semua ruangan dan area luar ruangan yang mereka kunjungi orang memiliki cukup pencahayaan.

- Lepaskan tirai dan permadani dengan pola sibuk yang dapat membingungkan mereka.

- Keluarkan atau kunci produk pembersih dan rumah tangga, seperti pengencer cat dan korek api.***

Ilustrasi - Tips bagi caregiver dan keluarga lansia penderita demensia.(Pixabay)

Video Lansia Online

Artikel Lainnya