Kembali
×
Bagaimana Warga Lansia di Asia Selatan Ini Menemukan Cinta?
11 Februari 2024 13:58 WIB

Geriatri.id - Kelompok lanjut usia (lansia) di India menolak menghabiskan masa senja mereka sendirian dan beralih ke aplikasi perjodohan. Tapi ini berarti melanggar beberapa hal yang ditabukan masyarakat.

Madhav Damle mengelola sebuah panti jompo di Wai, sebuah kota di negara bagian Maharashtra, India barat. 

Bertahun-tahun lalu, pekerjaannya mengharuskan dirinya menghadapi kenyataan tidak menyenangkan — banyak warga yang mengalami kesepian dan stres, serta memiliki hubungan buruk dengan keluarga dan teman mereka. 

Salah satu lansia di bawah asuhannya bahkan mencoba bunuh diri dengan mengonsumsi obat tidur. Anak-anaknya yang sudah dewasa menunjukkan sedikit minat untuk merawatnya.

Mencari cara untuk meringankan isolasi kliennya, Damle punya ide, mencoba mencocokkan mereka menjadi pasangan dengan perspektif pernikahan. Ini bekerja sangat baik, terutama untuk klien berusia pertengahan hingga akhir 60an. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Namun dia kemudian menghadapi kendala tidak terduga, karena beberapa anak klien tidak menyukai anggota keluarga mereka yang sudah lanjut usia menikah, karena masalah warisan.

“Kami melakukan survei terhadap beberapa lansia di (kota Maharashtra) Pune, dan sekitar 70% dari mereka terbuka terhadap gagasan untuk menjalin hubungan langsung dalam pasangan," ujarnya dikutip dari Hindustan Times.

'Waktu dan cinta' sebagai prioritas utama
Masyarakat India sangat konservatif dalam hal pernikahan dan hubungan. 

Tingkat perceraian di India sekitar 1% – termasuk yang terendah di dunia. Pada saat yang sama, terdapat stigma sosial menentang pernikahan kembali dan pasangann belum menikah tinggal bersama.

Permasalahan ini bahkan sampai ke Mahkamah Agung India pada tahun 2006.

Para hakim menemukan "hubungan langsung antara dua orang dewasa berbeda jenis kelamin tidak berarti pelanggaran apa pun, meski hal itu mungkin dianggap tidak bermoral".

Damle secara resmi memulai agen perjodohannya pada tahun 2012, yang kemudian dikenal sebagai "Happy Seniors". 

Dia mengelola dan berbagi profil, sekaligus mengatur pertemuan dan perjalanan untuk kliennya.

Nitin Savgave dan Saroj Ghatani bertemu satu sama lain melalui Damle. Keduanya kini sudah menikah.

“Satu-satunya syarat saya dari seorang pasangan adalah waktu dan cinta. Saya mendapatkannya,” kata Ghatani kepada DW. 

Dia menambahkan keluarganya tidak menyetujui pernikahan barunya, tetapi hal ini tidak menghalangi dirinya untuk menikah dengan Savgave. 

“Kami menikmati kebersamaan satu sama lain dan menghabiskan sebagian besar waktu kami bersama,” kata Ghatani.

Sementara keluarga Savgave lebih mendukung. 

“Dia vegetarian, sedangkan saya sering makan daging,” katanya. 

“Tetapi kami telah beradaptasi satu sama lain dan menikmati persahabatan.”

Aplikasi perjodohan 

Menjodohkan adalah 'pekerjaan' yang sudah lama ada di India. Namun menemukan pasangan secara online kini semakin umum, dan bahkan beberapa orang lansia di India beralih ke aplikasi kencan modern untuk menemukan cinta.

Tina (64) bukan nama sebenarnya, memutuskan melakukan hal itu setelah keluar dari pernikahan yang penuh kekerasan.

“Saya menikah pada usia 18 tahun dan menjadi ibu pada usia 20 tahun. Saya tidak pernah mendapat kesempatan menjadi diri saya sendiri. Jadi setelah saya berpisah, saya memiliki kebebasan dan tidak ada seorang pun yang mendikte hidup saya,” katanya kepada DW.

Setelah beberapa saat, dia mencoba menggunakan aplikasi kencan untuk mencari teman. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Dia menemukan pasangan melalui sebuah aplikasi, dan — setelah mengobrol selama sekitar lima tahun — keduanya akhirnya bertemu.

“Kami berdua jelas tidak mencari pernikahan. Hanya persahabatan,” katanya.

Kebanyakan lansia di India kesepian

Pelanggaran tabu kemungkinan besar akan semakin umum seiring dengan pergeseran masyarakat dan populasi India. 

Saat ini, sekitar 5,7% warga lansia di India hidup sendirian tanpa dukungan keluarga atau teman, menurut survei yang dilakukan PAN Healthcare India. 

Penelitian ini dilakukan terhadap 10.000 populasi lansia di 10 kota di India dan menemukan sebagian besar responden merasa kesepian setidaknya pada suatu waktu.

Dengan India menjadi negara berpenduduk terbanyak di dunia, jumlah warga lansia di negara tersebut semakin meningkat.

Data PBB memperkirakan jumlah penduduk lansia di India akan mencapai 192 juta jiwa pada tahun 2030, dan pada tahun 2050, satu dari lima orang India akan menjadi lansia (usia 60 atau lebih).***

Ilustrasi - Transportasi umum di India.(Pixabay)

Video Lansia Online

 

Artikel Lainnya