Kembali
×
Tanya Dokter: Bolehkah Lansia dengan Riwayat Penyakit Berangkat Haji?
29 Januari 2024 21:51 WIB

Geriatri.id - Apakah orang yang memiliki riwayat penyakit atau penyakit tertentu boleh berangkat haji? Jawabnya boleh, tetapi perlu persiapan khusus agar penyakitnya tidak mengganggu proses ibadah haji sehingga tetap mencapai kondisi sehat, aman dan mabrur. 

Menurut data Puskes Haji, 75 persen jemaah haji pada pemberangkatan tahun 2023 memiliki riwayat penyakit. Sementara jemaah haji yang wafat selama operasional haji di tahun yang sama 774 orang.  

"Ini meningkat dari tahun ke tahun yang membuat kita harus semakin mengetatkan standar kesehatan untuk para jemaah haji yang berangkat, terutama yang berusia di atas 60 tahun," ujar Direktur Utama Rumah Sakit Haji UIN Jakarta, dr. Flori Ratna Sari, Ph.D dalam Program Lansia Online, Geriatri TV, Sabtu 27 Januari 2024. 

Baca Juga: Ramah Lansia, Cek Jadwal Pemberangkatan Kloter I Jemaah Haji 2024

Dokter Flori mengatakan, kelompok umur paling berisiko mengalami masalah kesehatan dan penyumbang terbanyak jemaah haji yang wafat di masa operasional 2023 berusia lebih dari 60 tahun. 

"Tentu ini jangan menjadi satu ketakutan buat Oma Opa berangkat. 'Wah nanti kalau berangkat malah meninggal disana, jangan! Justru ini menjadi satu penyemangat untuk tetap semangat, sehat selama melakukan ibadah haji dan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya. Jadi nanti ibadahnya itu tetap sehat aman dan juga mabrur," kata dr. Flori.

Dokter Flori memaparkan beberapa penyakit yang diderita jemaah haji pada periode pelaksanaan haji 2018-2023.

Dia mengingatkan kepada jemaah haji yang memiliki riwayat penyakit untuk berhati-hati sehingga pada saat berangkat haji tetap dapat dikendalikan. 

"Kendala penyakit ini harus bisa dikendalikan sebelum, selama dan sesudah haji agar hajinya tetap aman. Jadi tidak perlu sampai dirawat, tidak sampai bed rest, sehingga yang niatnya melakukan ibadah akhirnya malah terganggu karena harus diobati atau dirawat," katanya.  

Penyakit apa saja yang menyumbang gangguan kesehatan jemaah haji?

1. Darah tinggi (hipertensi)

Cuaca panas, kurang istirahat dan banyaknya aktivitas fisik bisa menjadi pemicu kambuhnya darah tinggi pada jemaah haji, terutama jemaah lansia. 

"Apalagi jika ditambah dengan misalnya lupa minum obat, tidak minum obat atau bahkan obatnya tidak dibawa sama sekali, ini juga pemicu kekambuhan," katanya. 

2. Gangguan lemak 

Gangguan lemak misalnya koleterol juga dapat mempengaruhi kekambuhan jemaah saat melakukan ibadah haji.

3. Diabetes Melitus 

Diabetes Melitus dapat memicu bermacam-macam komplikasi seperti jantung, ginjal serta komplikasi kaki dan mata. Tetapi penyakit  ini masih masuk kategori yang bisa dikendalikan.

"Jadi Oma Opa nggak perlu khawatir kalau kencing manis boleh berangkat atau nggak? Kalau misalnya kencing manisnya terkendali, komplikasinya terkendali, Insya Allah bisa berangkat," jelasnya.

Baca Juga: Penguatan Istithaah Kesehatan dan Finansial Wajib Bagi Jemaah Haji 2024

4. Gangguan jantung 

Gangguan jantung paling yang sering dialami adalah pembesaran jantung, penyakit jantung koroner, penyakit jantung pembuluh darah dan gangguan irama jantung.

"Ini termasuk diantara beberapa yang membuat kekambuhan atau gangguan kesehatan selama ibadah haji," ungkapnya. 

5. Penyakit paru kronik 

"Jadi yang punya asma, bronkitis atau radang paru kronis dan yang punya gangguan hambatan nafas paru disarankan melakukan kontrol teratur sebelum keberangkatan haji," pungkasnya.***

Foto - Petugas membantu jamaah haji di Bandara Jeddah, Arab Saudi. (Dok.MCH 2023)

Selengkapnya di Video Lansia Online di bawah ini:

Artikel Lainnya