Kembali
×
14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
26 Mei 2023 14:48 WIB

Geriatri.id - Orang lanjut usia (lansia) menghadapi berbagai masalah kesehatan karena mengalami penurunan fungsi dan organ tubuh. 

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut 14 sindrom geriatri atau dikenal dengan istilah “14L”. Masalah kesehatan ini sering dikeluhkan lansia atau keluarganya.  

Buku Prinsip Dasar Kesehatan Lanjut Usia (Geriatri) karya dr. Sri Sunarti dkk. menjelaskan masalah itu sebagai berikut:

1. Immobility

Keadaan tidak bergerak atau tirah baring selama 3 hari atau lebih yang dapat disebabkan rasa nyeri, kekakuan otot dan sendi, ketidakseimbangan, depresi atau demensia. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Timbulnya komplikasi adalah luka pada bagian yang mengalami penekanan terus menerus sehingga timbul luka lecet sampai infeksi, kelemahan otot, infeksi paru-paru dan saluran kencing, serta konstipasi (sembelit). 

Pencegahannya dengan latihan fisik, perubahan posisi secara teratur, menggunakan kasur angin dekubitus, monitor asupan cairan, dan makanan yang berserat.

2. Instability

Orang lansia mudah jatuh karena kecelakaan seperti terpeleset, kehilangan kesadaran mendadak atau vertigo. 

Pencegahannya dengan mengobati penyakitnya, terapi fisik, latihan cara berjalan dan penguatan otot. 

Selain itu menggunakan alat bantu, sepatu atau sandal yang sesuai dan mengubah lingkungan agar lebih aman, seperti membuat pegangan dan pencahayaan cukup.

3. Incontinence

Lansia sering mengompol atau buang air besar karena ketidakmampuan menahan buang air besar melalui anus. Pencegahannya dengan latihan kegel, latihan dasar otot panggul, dan obat-obatan.

4. Intellectual impairment

Gangguan intelektual dapat berupa demensia atau delirium, gangguan mental organik yang ditandai dengan gangguan kesadaran dan atensi serta perubahan kognitif atau gangguan persepsi yang timbul dalam jangka pendek dan berfluktuasi. 

Gejalanya berupa gangguan memori jangka pendek, gangguan persepsi (halusinasi, ilusi), gangguan proses pikir (disorientasi waktu, tempat, orang), komunikasi tidak relevan, mengamuk, dan gangguan siklus tidur.

5. Infection

Beberapa penyakit secara bersamaan dapat terjadi akibat menurunnya imunitas tubuh terhadap infeksi.

6. Impairment of hearing, vision, and smell

Gangguan pendengaran, penglihatan, dan penciuman. Gangguan pendengaran sangat umum ditemui dapat diatasi dengan penggunaan alat bantu.

Gangguan penglihatan dapat berupa gangguan refraksi, katarak, atau komplikasi penyakit. Penggunaan kacamata atau operasi katarak dapat membantu mereka.

7. Isolation

Lansia sering merasa terisolasi atau depresi karena kehilangan orang yang disayangi, pasangan hidup, atau anak. Akibat diacuhkan keluarga karena merepotkan, mereka cenderung menarik diri dari lingkungan sehingga mudah mengalami depresi.

8. Inanition (malanutrisi)

Asupan makanan berkurang sekitar 25 persen pada orang usia 40-70 tahun. Anoreksia yang terjadi pada ini dipengaruhi faktor fisiologis (perubahan indera pengecap, pembauan, sulit mengunyah, gangguan pencernaan), psikologis (depresi dan demensia) dan sosial (hidup dan makan sendiri) yang berpengaruh pada nafsu makan dan asupan makanan.

9. Impecunity

Penuaan membuat kemampuan tubuh dalam menyelesaikan pekerjaan berkurang sehingga tidak dapat memberikan penghasilan. Orang yang tidak bekerja berarti kehilangan teman bekerja sehingga interaksi sosial berkurang.

10. Iatrogenic

Orang yang menderita penyakit lebih dari satu jenis membutuhkan obat lebih banyak dan bahkan dalam jangka waktu lama sehingga dapat menimbulkan efek samping dan interaksi dari obat-obat tersebut.

11. Insomnia

Perubahan siklus tidur atau beberapa penyakit mengakibatkan insomnia.

Untuk meringankannya, hindari olahraga 3-4 jam sebelum tidur, hindari minuman berkafein saat sore hari, batasi cairan setelah jam makan malam, serta batasi tidur siang 30 menit atau kurang.

12. Immunodeficiency

Penurunan sistem kekebalan tubuh disebabkan karena penurunan fungsi organ tubuh sehingga dapat menimbulkan berbagai jenis penyakit.

13. Impotence

Impotensi adalah ketidakmampuan melakukan aktivitas seksual akibat gangguan organik seperti gangguan hormon, saraf, pembuluh darah, dan depresi.

14. Impaction atau sulit buang air besar

Hal ini terjadi akibat kurangnya gerak fisik, makanan rendah serat, kurang minum, akibat obat-obat tertentu, dan lain-lain.

Upaya yang telah dilakukan di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kesehatan pada lansia antara lain dengan pelayanan geriatri di rumah sakit dan pelayanan kesehatan di pusat kesehatan masyarakat.

Selain itu pendirian home care bagi mereka yang berkebutuhan khusus, dan pos pelayanan terpadu lansia atau pos pembinaan terpadu.***

Ilustrasi - Pixabay

Video Lansia Terkini:

Artikel Lainnya