Kembali
×
Berkat Gelang Identitas, Mazkur Bisa Kembali ke Hotelnya di Madinah
25 Mei 2023 20:30 WIB

Geriatri.id - Jemaah haji dibekali gelang identitas dari logam. Berkat gelang identitas itu, salah seorang jemaah haji, Mazkur bin Main  bisa kembali ke hotel tempat dirinya menginap. 

Belum 24 jam di Madinah, Mazkur lupa arah pulang saat keluar dari hotelnya di Madinah. Beruntung, dia bertemu petugas haji yang bisa mengidentifikasi melalui gelang identitas Mazkur. 

Dalam gelang itu, terdapat sejumlah informasi, salah satunya keterangan kloter. Dari gelang identitas, diketahui Mazkur tergabung dalam kloter JKG 01. 

Baca Juga: 5 Pertanyaan Mengenai Hipertensi

Petugas lalu mengecek lokasi hotel JKG 01 dan diketahui kalau itu adalah Hotel Grand Plaza Badr Almaqam di Sektor 1. Selanjutnya petugas mengantar Mazkur ke hotelnya hingga bertemu petugas lainnya.

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1444 H Subhan Cholid sempat berbincang dengan Mazkur. Kebetulan dia sedang berkunjung di Grand Plaza Badr Almaqam.  

"Pengalaman Pak Mazkur, mengajarkan kepada kita tentang pentingnya jemaah mengenakan gelang identitas yang dibagikan saat masuk asrama haji," ujar Subhan Cholid dikutip dari laman Kemenag.

Mazkur tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Jakarta - Pondok Gede (JKG 1). Dia bersama 389 jemaah DKI Jakarta lainnya, baru tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah hari ini, Rabu 24 Mei 2023, pukul 06.30 waktu Arab Saudi (WAS). Dari bandara, jemaah JKG 01 ini di antar ke hotelnya di Madinah sekitar pukul 08.00 WAS.

Istirahat sejenak, Mazkur masih belum percaya dirinya sudah sampai di Tanah Suci. Dia merasa masih di Tanah Air dan ingin mencari keluarganya. Sayang, Mazkur belum sempat mengamati wilayah sekitar hotelnya, sehingga saat keluar, lupa arah pulang.

Maklum, Mazkur di Madinah tinggal di Sektor 1 dekat Masjid Nabawi. Kawasan ini banyak hotel tinggi menjulang sehingga jemaah perlu mengamati lingkungan sekitar untuk mengenali arah dari hotel ke Masjid Nabawi dan sebaliknya.

Subhan menekankan bahwa gelang identitas jemaah terbuat dari logam yang bisa bertahan dalam kondisi apapun, termasuk tahan saat terbakar api.

Gelang itu bukan asesoris, tapi bagian dari identitas diri. Didalamnya, tercakup info nomor paspor dan kloter yang bisa mengidentifikasi asal jemaah dan hotel tempat tinggalnya, baik di Madinah maupun Makkah.

Sebagai identitas, gelang itu bisa diidentifikasi pemiliknya dan daerah asalnya.

“Dan ini terbukti pada kejadian tahun 2015, saat peristiwa mina dan kecelakaan crane, kita temukan orangnya dalam keadaan meninggal, dan bisa diidentifikasi melalui gelangnya,” sebut Subhan.

Pernah juga, tahun 2012, ada jemaah haji Indonesia terpisah dari rombongannya dan ternyata ditemukan di gunung Uhud dalam keadaan meninggal. Saat itu sudah sulit diidentifikasi jasadnya. Gelang yang dikenakannya menjadi petunjuk sehingga diketahui indentitasnya.

"Maka, gelang itu mohon jangan ditukar dan ditinggalkan. Kenakan gelang tersebut dengan kenceng supaya tidak lepas dari tangan selama di Tanah Suci," pesannya.***

Foto: Dok.MCH 2023

Video Lansia Terbaru:

 

Artikel Lainnya
Tags
haji lansia
lansia haji
lansia
geriatri
berita lansia
lansia sehat
lansia bahagia
merawat lansia
lansia online