Negara Harus Hadir untuk Lansia dengan Kebijakan yang Baik

Geriatri.id - Ketua Umum Pengurus Besar Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PB Pergemi) Prof. Dr. Siti Setiati, SpPD-KGer., M.Epid berharap pemerintah tetap mendukung kesehatan fisik, psikis dan sosial lansia.

Menurut dia, negara harus hadir untuk kelompok lanjut usia (lansia) dengan mempertahankan atau bahkan meningkatkan kebijakan yang baik. 

"Jangan sampai malah menurun kinerja kita bersama untuk lansia Indonesia. Semoga tagline 'Lansia Sehat, Indonesia Kuat' tidak sekadar slogan tetapi ditindaklanjuti dengan program nyata yang terstruktur dan sistematis untuk merawat, menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan dan hidup lansia Indonesia," ujarnya di Webinar "Pergemi untuk Negeri", Peluncuran Hasil Survei Nasional Tentang Kondisi Lansia di Indonesia, Minggu (29/5/2022). 

Menurut Prof. Ati sapaan Siti Setiati, pada tahun 2020 41 persen lansia Indonesia tinggal bersama keluarga tiga generasi.

Sedangkan 47 persen tinggal bersama keluarga non tiga generasi. Persentase itu berubah pada 2021 menjadi 34,71 persen lansia yang tinggal bersama keluarga tiga generasi. 

"Dari data tersebut terlihat proporsi lansia yang tinggal dalam keluarga tiga generasi turun sekitar 6 persen dalam setahun," katanya. 

Di negara berkembang, termasuk Indonesia, migrasi kaum muda dapat melemahkan keluarga sebagai struktur tradisional pendukung lansia yang bisa berujung pada kesepian dan marginalisasi atau pengucilan lansia.

Jika ini terjadi akan sulit tercipta kesejahteraan sosial dan kesehatan sekaligus tidak terpenuhi hak-hak lansia. 

"Anak dan cucu mungkin sudah pergi merantau atau keluar dari rumah dan tinggalah pasangan lansia di rumah masing-masing. Ini kalau masih ada pasangannya dengan atau pelaku rawat yang menemani," kata Prof. Ati. 

Menurut Prof. Ati, banyak penelitian menunjukkan keterlibatan sosial berhubungan erat dengan fungsi kognitif pada lansia. Keterlibatan sosial itu meliputi interaksi sosial dan koneksi emosional. Lansia yang terlibat secara sosial terbukti memiliki fungsi kognitif lebih tinggi. 

Halaman: