Kembali
×
Kondisi COVID-19 di Indonesia Membaik, Aturan Apa Saja yang Berubah?
12 Maret 2022 10:22 WIB

Penulis: Husna Sabila

Geriatri.id - Kasus COVID-19 di Indonesia memberikan kabar yang cukup baik beberapa waktu belakangan ini. Tren kasus terkonfirmasi positif serta kasus aktif di Indonesia mengalami penurunan.

Hal tersebut sebagaimana yang dipaparkan oleh  dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dalam keterangan pers pada Jumat (11/03) di Kantor Presiden, Jakarta.

“Tren kasus positif covid-19 di Indonesia mengalami penurunan sebesar 30,3% pada pekan terakhir apabila dibandingkan dengan data pekan sebelumnya. Selain itu, data kasus aktif di Indonesia juga mengalami penurunan pada pekan terakhir sebesar 18,18% apabila dibandingkan dengan pekan sebelumnya,” terang dr. Reisa Broto.

Terkait program giat vaksinasi, dilaporkan sudah 12 provinsi di Indonesia yang berhasil mencapai target vaksin lengkap (2 dosis) sebanyak lebih dari 70%. Provinsi tersebut yaitu DKI Jakarta, Bali, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Kep. Bangka Belitung, Jawa Tengah, Kalimantan Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Sumatera Utara.

Berkenaan dengan membaiknya kondisi COVID-19 di Indonesia, terdapat beberapa perubahan aturan yang diberlakukan pada bulan Maret 2022 ini. Adapun perubahan aturan yang dimaksudkan antara lain:

Peraturan Peribadatan

Ketua Bidang Fatwa Majlis Ulama Indonesia, Asrorun Niam Sholeh, menyatakan bahwa saat ini salat jamaah di masjid sudah dapat dilakukan seperti sedia kala, yaitu dengan meluruskan dan merapatkan saf. Selain itu, ibadah seperti salat 5 waktu di masjid, tarawih, Ied, pengajian umum, maupun majlis taklim dapat diselenggarakan dengan tetap menjaga diri. 

Perjalanan Dalam Negeri

Berdasarkan SE Satgas Covid-19 No 11 Tahun 2022 yang berlaku sejak 8 Maret 2022 memuat aturan perjalanan dalam negeri terbaru yaitu:

  • Bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang telah melakukan vaksinasi lengkap (minimal 2 dosis vaksin) dapat melakukan perjalanan dalam negeri baik melalui moda transportasi darat, udara, maupun laut tanpa perlu menunjukan surat keterangan negative tes RT-PCR maupun Antigen.

  • Bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang baru melakukan vaksinasi dosis pertama wajib melampirkan surat keterangan negative tes RT-PCR (3x24 jam) atau antigen (1x24 jam) sebelum jadwal keberangkatan perjalanan.

Perjalanan KRL

Melalui SE Kemenhub No. 25 Tahun 2022 perjalanan kereta commuter line wilayah aglomerasi Jabodetabek ataupun Yogya-Solo dapat beroperasi dengan total kapasitas 60%.

  • Penanda physical distancing pada kursi kereta sudah dicabut.

  • Marka penanda pada tempat berdiri masih diberlakukan

  • Balita dibawah usia 5 tahun dapat melakukan perjalanan dengan KRL dengan didampingi orang tua dan diimbau untuk melakukan perjalanan di luar jam sibuk perjalanan KRL.

  • Wajib memakai masker kain 3 lapis atau masker medis dengan menutupi seluruh bagian mulut dan hidung.

  • Tidak diperkenankan berbicara di kereta maupun makan dan minum pada perjalanan dibawah 2 jam kecuali bagi mereka yang perlu mengkonsumsi obat

Perjalanan Keluar Negeri

Berdasarkan SE Satgas Covid No.12 Tahun 2022 menerapkan aturan perjalanan bagi pelaku perjalanan luar negeri berupa:

  • Bagi yang sudah divaksin lengkap minimal dosis kedua, 

    • diberlakukan kewajiban pemantauan kesehatan selama 1 x 24 jam.

    • kewajiban melakukan tes Covid-19 berlaku pada saat entry pintu kedatangan, dan di hari ketiga (H+3) yang dilakukan secara mandiri.

  • Karantina 7 x 24 jam diberlakukan bagi:

    • Bagi mereka yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama.

    • Bagi orang yang tidak dapat divaksin karena komorbid atau kondisi kesehatan khusus.

    • Kewajiban tes Covid-19 diberlakukan pada saat entry kedatangan dan H+6 secara mandiri.

  • Karantina ataupun pemantauan kesehatan tidak diberlakukan bagi pelaku perjalanan luar negeri yang datang ke Indonesia lewat Bali, Batam, dan Bintan.

 

 

 

Artikel Lainnya
Tags
covid-19
covid 19
lansia sehat
geriatri
lansia online