Kembali
×
9.382.527 Lansia Telah Terima Vaksin Dosis Lengkap Per 9 Januari 2022
10 Januari 2022 12:26 WIB

Geriatri.id -  Pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 kepada warga lanjut usia atau lansia dan remaja. Hingga 9 Januari 2022, sebanyak 9.382.527 lansia telah menerima vaksin dosis lengkap atau 43.53 persen dari target.
 
Dikutip dari laman vaksin.kemkes.go.id pada Senin (10/1/2022), jumlah lansia penerima dosis lengkap 43,53 persen dari target 21.553.118 orang. Sebanyak 14.683.630 lansia telah menerima vaksin dosis pertama atau 68,13 persen dari target vaksinasi lansia.

Sementara untuk kelompok remaja, pemerintah mematok target 26.705.490 penerima vaksin COVID-19. Dari jumlah itu, sebanyak 17.536.854 orang atau 65,67 persen di antaranya telah selesai divaksinasi.
 
Saat ini remaja penerima dosis vaksin pertama berjumlah 23.101.289 orang atau 86,50 persen. 

Berita Lansia:

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Sementara itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat selama Desember 2021 kasus konfirmasi Omicron 136 orang, sementara pada 2022 hingga 8 Januari sebanyak 278 orang. Kebanyakan dari yang terinfeksi Omicron adalah mereka yang sudah divaksinasi lengkap.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmidzi mengatakan karena itu pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri jika tidak terlalu penting.

"Sebagian besar kasus Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu masyarakat diharapkan menunda dahulu jika ingin pergi ke luar negeri," katanya, 9 Januari 2922.

Kasus penularan Omicron paling banyak berasal dari Turki dan Arab Saudi. Meski seseorang telah divaksinasi COVID-19 dua dosis, virus itu tetap bisa menginfeksi. Artinya vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari virus COVID-19. Bahkan kebanyakan kasus konfirmasi Omicron saat ini telah menginfeksi mereka yang telah vaksinasi lengkap.

"Kita harus waspada, jangan sampai tertular. Wajib disiplin terapkan protokol kesehatan meski sudah divaksinasi, jangan sampai tertular dan menularkan,'' ucap Nadia.

Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta. Di Indonesia, pergerakan Omicron terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

Kemenkes mendorong daerah memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment) aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru COVID-19 dan segera melaporkan dan berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

"Kita tidak boleh lengah, jangan sampai gelombang ketiga terjadi di Indonesia. Jangan sampai apa yang terjadi di India terjadi juga di Indonesia, dimana dalam 10 hari terakhir terjadi kenaikan tren kasus dari 6 ribuan menjadi 90 ribuan kasus konfirmasi omicron. Ini yang kita hindari," pungkasnya. (asp)***

Foto: Ilustrasi vaksin booster untuk lansia.(Pixabay)

Video Lansia:


 


 

Artikel Lainnya
Tags
lansia bahagia
lansia
lansia sehat
lansia online
merawat lansia
geriatri
berita lansia
varian omicron
vaksinasi lansia