Kembali
×
Kisah Suka Duka Caregiver Merawat Lansia
01 Oktober 2021 15:41 WIB

Geriatri.id – Merawat lansia memang tak semudah membalikkan telapak tangan.  Banyak tantangan yang dihadapi, apalagi menangani lansia dengan kondisi khusus. Misalnya, lansia yang hanya bisa terbaring atau mengalami kelumpuhan dan beragam kondisi lainnya.

 

Tentunya tak sedikit suka dan duka yang dialami saat merawat lansia. Demikian juga yang dirasakan Ayu Trisna Purwanti (53 tahun), salah seorang perawat lansia homecare.  Bagaimana kisahnya merawat lansia? Yuk simak cerita Ayu Trisna berikut ini.   

 

“Awal mula saya bekerja sebagai caregiver tahun 2015. Pasien pertama saya justru bukan lansia, tapi anak muda yang mengidap penyakit meningitis TBC.

 

Saya sama sekali nggak ada background  (latar belakang) merawat pasien dan sama sekali tidak tahu tentang penyakit meningitis. Akan, tetapi karena saya sudah bersedia merawat, otomatis saya cari tahu tentang penyakit tersebut.

 

Saya pun rajin bertanya ke dokter walaupun lewat chat bagaimana penangannya. Saya juga harus tahu obat apa saja yang harus diminum,. Semula ada 12 jenis obat yang harus diminum.  Pasien tersebut sudah lumpuh, hanya bisa menguyah tapi minum yang sulit. Kulitnya pun terkena eksim hampir seluruh tubuh, terutama di bagian kaki. Karena lumpuh jadi semua bergantung sama saya termasuk membersihkan diri.

 

Awal mulanya jengah dan risih karena laki-laki, sudah dewasa pula. Supaya bisa enjoy saya anggap dia bayi. Dia juga nggak bisa bicara, jadi saya ajarin pakai kode tangan. Dia bisa angkat alis, jadi saya suruh angkat salah satu alis untuk menyatakan keinginannya.

 

Setelah 3 tahun,  saya pindah kerja merawat lansia usia 78, 86, 94,  87,  85  dan sekarang 90 tahun dari berbagai latar belakang.. Ada pasien yang sabar, tapi istrinya yang super duper perfect. Ada yang cucunya over protective, ada juga yang pasiennya bikin pening kepala.

 

Pasien yang usia di atas usia 80 tahun harus benar-benar  siap mental karena latar belakang kehidupannya tentu berbeda jauh dengan saya,  kebiasaan yang sudah terpola, kesabaran menghadapi demensia yang dialami,  dengan pertanyaan yang berulang-ulang.

 

Dengan lupa short memori dan ingat banget sama long memori. Dengan ketidaksabarannya,  teriakannya, omelannya, manjanya yang melebihi anak balita. Benar-benar harus siap mental, siap dengan kesabaran selain itu juga pengetahuan tentang perubahan psikologis-nya.

 

Tapi saya bersyukur jadi caregiver, saya diuji dengan kesabaran, dan setiap melihat lansia sedang tidur, melihat wajahnya membuat saya banyak insrospeksi diri,  seperti apa dan bagaimana, semakin tua lansia yang saya rawat,  semakin ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah bercermin dari semua lansia yang saya rawat ada banyak pelajaran hidup yang saya dapat.

Saya memperlakukan mereka seperti orangtua sendiri dan mengingatkan diri seperti apa kita ingin diperlakukan ketika usia semakin renta.

 

Banyak suka duka menjadi caregiver,  masuk ke dalam anggota keluarga yang benar-benar asing dan baru,  harus cepat beradaptasi. Ada kesedihan ketika kita  hanya dipandang sebelah mata. Padahal apa yang kita lakukan adalah pengganti dari ketidak bisa hadiran mereka secara utuh yang mungkin tidak bisa secara optimal dilakukan sebagai anggota keluarga.

 

Sebagai caregiver, dituntut untuk melakukan tugas sebaik mungkin,  tapi kita juga manusia biasa yg tentunya punya hati nurani,  tidak sempurna. Menegur jika ada kesalahan dengan baik dan tidak dengan caci maki atau sumpah serapah.

 

Senangnya menjadi lebih paham akan sifat seseorang dan menjadi lebih banyak saudara. Jadi caregiver itu harus benar-benar sabar . Saya jadi dituntut untuk mencari tau semua hal tentang pasien yang saya rawat. Pasalnya, kita menghadapi orang tua yang berbeda segala halnya dengan kita.

 

Tidaklah mudah memang menjadi caregiver ataupun sebagai anak yang merawat orang tua sendiri di rumah.  Semoga dari cerita ini kita selalu bisa bersabar dalam merawat orang tua.”

 

 Foto Dok. Ayu Trisna Purwanti

Artikel Lainnya
Artikel
16 Agustus 2021 13:57 Wib
Tags
lansia
lanjutusia
geriatri
usialanjut
caregiver