Kembali
×
Hari Lansia Internasional, Kesetaraan Digital, dan Pemerataan Vaksinasi
30 September 2021 16:43 WIB

Geriatri.id--Organisasi internasional Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 1 Oktober sebagai International Day of Older Persons atau Hari Internasional Orang Lanjut Usia. Hari lansia internasional itu mengambil tema Kesetaraan Digital untuk semua usia.

Selama pandemi ini, perangkat digital sangat membantu memberikan hiburan di tengah pembatasa fisik. COVID-19 telah menunjukkan bahwa teknologi dapat membantu memerangi penyebaran virus, menopang kehidupan sehari-hari, mendukung kelangsungan bisnis, dan membuat orang tetap terhubung secara sosial. 

“Sementara orang tua adalah salah satu kelompok populasi yang paling tidak terhubung secara digital,” demikian tulis Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik, Armida Salsiah Alisjahbana dalam artikel bertajuk Digital equity for all ages yang dimuat www.thejakartapost.com, Rabu 29 September 2021.

Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Kabinet Indonesia Bersatu II ini menyatakan bahwa lansia termasuk yang paling rentan terhadap ancaman siber. Oleh karena itu, penting untuk menetapkan langkah-langkah keamanan yang memadai, meningkatkan kesadaran, dan mengajari pengguna yang lebih tua untuk berhati-hati saat online.

Selain pemerataan digital, isu lainnya adalah vaksinasi. Pada Hari Lansia Internasional ini, warga lansia yang menerima vaksinasi Covid-19 masih sangat rendah. Padahal, lansia merupakan kelompok masyarakat yang paling rawan terpapar Covid-19. 

Hingga 1 September 2021, Kemenkes melaporkan sebanyak 5.311.741 lansia telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama. Jumlah ini setara dengan 24,64 persen. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Kemudian, ada 3.776.523 lansia telah menjalani suntikan dosis kedua (telah divaksin secara lengkap). Jumlah ini setara dengan 17,52 persen. 

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Reisa Brotoasmoro mengatakan pemerintah memastikan vaksinasi Covid-19 di Indonesia dilakukan secara merata dan setara. Pemerataan itu juga menyasar lansia, kelompok rentan dan penyandang disabilitas. "Masih banyak saudara kita yang belum mendapatkan haknya (vaksinasi). Tentunya tidak akan berhenti sampai di sini. Kita pastikan vaksinasi Covid-19 merata dan setara," ujar Reisa dalam konferensi pers secara virtual melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (29/9/2021).

Di tengah pandemi ini, lansia adalah kelompok yang rentan terkena COVID-19 dan infeksi lainnya termasuk pneumonia. Maka dari itu, lansia membutuhkan vaksinasi untuk mencegah infeksi-infeksi tersebut.

Konsultan alergi imunologi dari Universitas Indonesia Dr. Suzy Maria, Sp.PD., K-ai, mengatakan vaksinasi adalah praktik kesehatan yang sudah berjalan lama dan bermanfaat besar bagi kesehatan seperti vaksinasi pneumonia.

Pneumonia adalah infeksi atau radang paru yang bisa menyerang segala usia. Gejalanya akan menjadi lebih berat jika terkena pada anak kecil, usia lanjut, penderita penyakit kronik, punya gangguan di sistem kekebalan tubuh. Juga bagi mereka perokok yang sering adalah kena infeksi saluran atas.

Penyebabnya adalah virus, bakteri yang paling sering dan jarang itu jamur. Pneumonia bisa terjadi, jika kuman yang datang masuk melalui saluran napas atas, yaitu hidung. Jika kuman kuat dan banyak bisa mengakibatkan pneumonia atau radang paru.

Pneuomnia pada lansia akan berpotensi fatal dan bisa berakibat kematian. Kalaupun sembuh tidak bisa kembali segar bugar seperti sakit, lemes, dan butuh bantuan orang. Cara pencegahannya adalah dengan rajin cuci tangan, memakai masker, mengobati penyakit kronik dan memelihara kesehatan mulu, juga gizi seimbang.

Cara lain adalah melakukan vaksinasi yang disarankan seperti: vaksin influenza, pneumokok, tetanus difteri pertusis. Saat ini vaksin pneumokok yang ada di Indonesia adalah vaksin konjugat isi 13 yang boleh diberikan untuk dewasa dengan usia di atas 50 tahun. Vaksinasi ini diperlukan bagi orang dewasa terutama lansia dan penderita penyakit kronik.

Dr. Suzy Maria mengatakan vaksinasi pneumonia ini secara keilmuan tidak masalah jika diberikan bersamaan dengan vaksin lain, misalnya vaksin Covid-19. Namun karena vaksin Covid-19 ini merupakan vaksin yang masih baru dan masih dipantau KIPI-nya. Maka ditetapkan waktu 1 bulan untuk jeda antara vaksin pneumonia dan vakin Covid-19. 

Jika lansia masih merasa khawatir akan vaksinasi baik vaksinasi Covid-19 atau pneumonia, baiknya ada orang yang bisa mencari tahu soal penyebab kekhawatiran. Anak muda atau pendamping lansia bisa dengan baik menjelaskan dan tidak boleh ada pemaksaan. Harus percaya bahwa vaksinasi seperti vaksinasi covid 19 itu baik, banyak manfaat dan keamanannya.
 

Artikel Lainnya
Artikel
01 Oktober 2021 15:41 Wib
Artikel
16 Agustus 2021 13:57 Wib
Tags
Lansia
Hari Lansia Internasional
Hari Lansia Nasional
Geriatri
Vaksinasi
Pneumonia