Kembali
×
Keluarga Tempat Pengasuhan Terbaik Bagi Lansia
11 Agustus 2021 05:54 WIB

Geriatri.id - Keluarga masih menjadi tempat terbaik dan paling ideal untuk pengasuhan para lanjut usia (lansia) di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Pelayanan Kelompok Marginal dan Masyarakat Adat Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah Herni Ramdlaningrum, di acara "Menjadi Lansia Sejahtera, Mandiri dan Bermartabat" yang digelar MPS PP Muhamamdiyah, Selasa (10/8).

"Pengasuhan terbaik bagi lansia adalah bersama anak dan cucu di rumah," tegas Herni. Alasannya, karena bagi lansia, saat ini anak masih dianggap sebagai tempat bergantung ketika mereka sudah tua dan tidak sanggup hidup sendiri, baik karena alasan ekonomi maupun alasan kesehatan. 

"Sayangnya, sebesar 44 persen lansia hidup dalam rumah tangga 40 persen ekonomi terbawah," jelas Herni.

Karenanya, perlindungan sosial terhadap lansia pun menjadi rendah. Selain itu, keluarga rentan secara ekonomi yang memelihara lansia pun masih sedikit yang mendapatkan bantuan sosial.

Herni memaparkan, berdasarkan data tahun 2019, hanya 11,14 persen rumah tangga lansia yang membeli atau menerima bantuan sosial beras sejahtera (Bansos Rasta). Dalam empat bulan terakhir di 2019 dan rata-rata jumlah yang diterima sebanyak 7 kg per rumah tangga per bulan. 

Hanya 10,81 persen rumah tangga lansia masih tercatat menjadi penerima PKH. Kemudian, hanya 13,39 persen rumah tangga lansia memiliki Kartu Perlindungan Sosial (KPS) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Herni juga memaparkan, sebesar 65,47 persen penduduk lansia memiliki jaminan kesehatan. Sebanyak 12,91 persen rumah tangga lansia yang memiliki jaminan sosial ketenagakerjaan. 

Meski banyak keluarga yang merawat lansia berada dalam kondisi sosial-ekonomi yang rentan, namun perawatan lansia di lembaga kesejahteraan sosial belum menjadi pilihan bagi masyarakat. "Masyarakat masih menganggap menitipkan perawatan lansia di lembaga sosial sebagai hal yang negatif," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herni juga memaparkan terkait masalah ketimpangan gender dalam perawatan lansia. Dia mengungkapkan, lansia perempuan lebih tersisihkan dalam aspek pendidikan, partisipasi dalam musyawarah, pekerjaan maupun pendapatan. 

Kemudian, dari sisi pihak yang merawat, perempuan juga menjadi pihak yang mengambil peran lebih besar dalam perawatan lansia di keluarga ketimbang laki-laki. "Hal ini terlihat dari siapa yang membantu Lansia dalam mengakses air bersih maupun yang merawat lansia di rumah," ujar Herni. 

Data BPS 2020 menunjukkan, pekerjaan mengurus rumah tangga juga paling banyak dikerjakan perempuan. Perawatan lansia oleh perempuan usia produktif juga dapat menghambat akses perempuan dalam bekerja dan mengakibatkan mereka dianggap tidak dapat berbuat banyak untuk menyejahterakan keluarga. 

"Padahal perempuan dalam keluarga yang melakukan perawatan terhadap lansia telah berkontrikusi untuk ekonomi keluarga,"  ujarnya.

Karena itu, ujar Herni, dukungan yang perlu diupayakan adalah jaminan pendapatan dasar seluruh untuk lansia perlu diperjuangkan. Kemudian meningkatkan kepesertaan program jaminan hari tua (JHT) dan jaminan pensiun (JP) untuk usia produktif-pra lansia. 

Masyarakat juga bisa membantu pelayanan perawatan lansia dengan mengembangkan layanan perawatan lansia berbasis komunitas, selain mengembangkan layanan rumah lansia seperti Werdha, nursing home, rumah lansia dan lain-lain. 

Kemudian, pemerintah juga perlu memikitkan insentif untuk memperkuat sistem dukungan ke[ada keluarga yang merawat lansianya. Berikutnya, agar lansia mandiri, sektor bisnis juga perlu didorong agar tetap mengakomodasi kelompok lansia untuk bisa bekerja dengan kapasitas yang mereka miliki.

"Jadi pemerintah bisa memberi insentif ke perusahaan yang memiliki dua persen lansia," ujarnya.

Sistem dukungan perawatan lansia ini sangat penting mengingat jumlah lansia akan semakin bertambah banyak di Indonesia. Berdasarkan data BPS pada 2050 Indonesia akan memiliki kurang lebih 25 persen populasi lansia. "Jadi satu per empat dari total populasi adalah lansia," tegasnya.

Geriatri. id

foto: ilustrasi merawat lansia (piqsels)
 

Artikel Lainnya
Artikel
16 Agustus 2021 13:57 Wib
Tags
lansia
lansia sehat
merawat lansia
geriatri
kesejahteraan lansia