Kembali
×
Waspada Osteoporisi dan Osteoatritis pada Wanita Menopause
02 Juli 2021 15:57 WIB

Geriatri.id--Menopause pada wanita ditandai dengan turunnya hormon seks dan hormon anabolik. Penurunan hormon ini akan mengganggu tulang dan otot. Pada menopause otot, tulang dan sendi bisa mengalami penurunan baik jaringan maupun fungsi,

PERMI (Perkumpulan Menopause Indonesia) Bali mengadakan webinar Menyongsong Masa Tua Yang Berkualitas. dr IA Ratih Wulansari Manuaba SpPD-KR M.Kes, FINASIM hadir sebagai pembicara membahas osteoporosis dan osteoartritis pada wanita menopause.

Wanita yang mengalami menopause akan sering merasa sendi nyeri. Osteoporosis sendiri merupakan penyakit sistemik yang menyerang tulang. Osteoporosis terjadi karena rendahnya estrogen pada wanita menopause. Akibatnya kepadatan tulang menurun dan tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Berdarakan data 1 di antara 3 wanita adalah pendertia osteoporosis. Sementara 70% wanita adalah penderita osteoporosis dengan usia > 80 tahun. Yang harus diperhatikan tanda-tanda osteoporosis pada wanita adalah: sakit punggung dan postur tubuh yang sudah membungkuk, tinggi badan di mana terjadi penurunan sekitar 2 cm dari tinggi badan saat usia muda. 

Osteoporosis pada wanita juga bisa ditandai dengan nyeri dan curiga patah tulang. Kadang juga mengalami penurunan tinggi badan lebih dari 3 cm. Kalau sudah terjadi hal seperti ini maka perlu diperiksa densitometri (pemeriksaan kepadatan tulang) pada yang sudah menopause.

Pemeriksaan bone mineral densitometry (BMD) adalah tes kepadatan tulang yang berguna untuk mengevaluasi kemungkinan terjadi osteoporosis pada seseorang. Jika hasilnya menunjukkan resiko fracture tinggi, pengurangan tinggi badan, maka dikatakan oesteoporosis.

Sementara jika normal, maka tetap melanjutkan pola hidup sehat, vitamin D dan kalsum. Bisa juga mengkonsmusi obat-obat yang bekerja untuk menghambat. “Bekerja untuk membantu menstimulasi formasi tulang, harus diseimbangkan,” ujar dr. Ratih.

Hal lain yang umum terjadi pada wanita menopause adalah osteoartritis atau penyakit sendi. Pada osteoartritis terjadi kerusakan tulang rawan sendi. Proses degeneratis membuat tulang rawan mengalami fisur dan ketebalan menipis. “Pada usia lanjut menopause disertai dengan osteoartritis,” papar dr. Ratih.

Pada menopause terjadi degradasi rawan sendi, sinofium meradang, proliterasi dari sel kondrosit menurun. Pada menopause juga sendi mengalami aging process, kondrosit dan rawan sendi terjadi kerusakan. Patogenesis yang melibatkan usia lanjut dan menopause adalah kartilage atau tulang rawan menipis. 

Yang perlu dilakukan bagi wanita menopause yang mengalami oesteoporisis adalah tetap berolahraga. Melakukan gerakan sambil duduk dan sepeda statis masih bisa dikerjakan. Jangan melakukan gerakan aerobic high impact, lakukan yang low impact. Perlu juga dilakukan latihan pengencangan otot. (Dewi Retno untuk Geriatri.id)

Artikel Lainnya
Artikel
16 Agustus 2021 13:57 Wib
Artikel
11 Agustus 2021 05:54 Wib
Tags
Lansia
Menopause
Osteoporisi
Osteoatritis
PERMI
Perkumpulan Menopause Indonesia
Ratih Wulansari Manuaba