Kembali
×
Lansia Berperan Dalam Penurunan Stunting
24 Juni 2021 06:27 WIB

Geriatri.id--Persoalan kekurangan gizi atau stunting memiliki kompleksitas luas, tidak hanya masalah asupan nutrisi dan morbiditas semata. Kelompok lanjut usia (lansia) memiliki peran dalam membantu mengatasi persoalan stunting melalui pengalamannya mengasuh anak.

"Stunting ini ada soal asuhan yang sangat penting. Saya percaya dan yakin angkatan baby boomers yang sudah memasuki lansia punya pengalaman mendidik anak dalam jumlah besar tapi sukses," ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo dalam webinar bertajuk Peran Lansia Tangguh Dalam Percepatan Penurunan Stunting di Masa Covid-19 yang ditayangkan dalam kanal BKKBN, Senin (22/06/2021).

Generasi baby boomers adalah mereka yang lahir pada tahun 1946 sampai dengan 1964. Mereka saat ini memasuki masa lansia, dengan usia 75 sampai dengan 57 tahun. Populasi lansia di Indonesia meningkat 9,92%, sehingga aging population di beberapa wilayah sudah jadi kenyataan. 

Hasto menegaskan, cerita sukses generasi terdahulu yang sudah lansia, penting ditransformasikan ke generasi muda. Warisan generasi terdahulu itu bisa jadi berupa pola pengasuhan anak.

"Sebuah negara akan kehilangan jati diri ketika kita terputus dari senior atau sesepuh dan pendahulunya. Kalau nilai itu terputus, bangsa bisa kehilangan jati diri. Karakter bangsa itu riil karena ada yang bisa diturunkan dari yang senior ke yang muda," ujar Hasto.

Hasti mengatakan cerita sukses pengasuhan anak bisa menjadi teladan bagi masyarakat dalam mencegah stunting. “Ada yang anaknya sembilan dan yang jadi dokter tujuh orang. Ada yang anaknya lima jadi dokter semua. Dan luar biasanya dan tidak ada stunting padahal dulu nutrisi terbatas," ujar dia.

(ymr | BKKBN)

Artikel Lainnya
Tags
Lansia
Stunting
BKKBN
Kepala BKKBN
Hasto Wardoyo