Mengenal Aplikasi SMART Lansia Besutan Pergemi

Geriatri.id--Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PB PERGEMI), Indonesia Medical Education and Research Institute (IMERI) Departemen Fisika FKUI bersama dengan Divisi Geriatri RSCM meluncurkan ASLI, Aplikasi Smart Lansia Indonesia. Aplikasi yang diluncurkan Sabtu 12 Juni 2021 ini sebagai hadiah untuk Hari Lanjut Usia Nasional 2021. 

Tim peneliti aplikasi  SMART Lansia terdiri dari Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD., K-Ger; dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, Sp.PD; Prasandhya Astagiri Yusuf, S.Si, M.T.,PhD; dr.Anindya Pradipta Susanto, B.Eng, MM. ; tim pengembang ; Arya Ananda Indrajaya Lukmana dan tim, serta  penasihat Dr.dr.Czeresna Heriwan Soejono, SpPD,K-Ger, MEpid, MPH.

Aplikasi ASLI adalah aplikasi P3G (Pengkajian Paripurna Pasien Geriatri) pertama yang dapat mempermudah tenaga kesehatan melakukan P3G. Aplikasi ASLI sendiri merupakan suatu digitalisasi dari pengumpulan data pasien geriatri. Nantinya pencatatan P3G bisa dilakukan secara mudah dan praktis dalam satu aplikasi dengan berbagai fitur.

Aplikasi ASLI ini dikembangkan setelah dilakukan survey terhadap para tenaga kesehatan. Tim peneliti dari pengembangan aplikasi ini diketuai oleh Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi SpPD K-Ger.WHO sendiri sebenarnya sudah memiliki aplikasi seperti ini yang dinamakan ICOPE (Integrated Care For Older People). Namun berdasarkan hasil survey, sekitar 93,7% nakes belum mengerti mengenai ICOPE ini.

WHO mengembangkan ICOPE bertujuan sebagai pendeketan komprehensif dan terkendali di level pelayanan kesehatan primer. Gunanya, untuk mencegah, memperlambat atau memperaiki kapasitas intrinsic pada lansia. Survey pada tenaga kesehatan sendiri mencatat beberapa aplikasi yang diinginkan oleh mereka. 

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Para tenaga kesehatan ini menginginkan aplikasi yang memuat materi edukasi untuk kesehatan lansia. Karena saat ini, materi edukasi ini masih terbatas aksesnya. Selain itu tenaga kesehatan juga butuh aplikasi yang mencakup kalkulator medis. “Kebutuhan kalkulator medis ini cukup besar dan juga aplikasi lain seperti video,” ujar dr. Purwita. 

Halaman: