Saatnya Kita ‘Membalas Budi’ dan Merawat Orangtua, Ini Tipsnya
Sewaktu kecil, orangtua merawat dan mengasuh kita dengan penuh kasih sayang. Ayah dan ibu berupaya memenuhi segala kebutuhan kita dengan berbagai keterbatasan mereka. Kini, setelah kita dewasa, saatnya ‘membalas budi’ dengan  merawat orang tua kita yang sudah berusia senja. Perlu kita ketahui, orang lanjut usia (lansia) mungkin tidak mengeluhkan apa yang dialami atau dirasakan oleh tubuhnya. Padahal, boleh jadi sesungguhnya ia sedang sakit. Ya, penampakan kondisi tubuh yang sehat belum tentu itu mewakili situasi kesehatan lansia yang sebenarnya. Karena itu, kita perlu melakukan pendekatan pada orangtua atau lansia, ketahui apa yang dialami dan dirasakannya. Dengan begitu, kita bisa melakukan antisipasi atau penanganan lebih lanjut dengan tenaga medis sekiranya ternyata ada keluhan yang dirasakannya.   Berikan Perhatian Khusus Beruntung kita berada di negara yang menganut budaya ‘timur’dimana mayoritas penduduknya masih berpola extended family, yaitu merawat orangtua yang sudah berusia senja di tempat atau lingkungan keluarga sendiri. Ya, umumnya masyarakat Indonesia masih menerapkan sistem kolektivitas, sehingga boleh dibilang jarang seseorang yang sampai membiarkan orangtuanya begitu saja tanpa ada tanggung jawab dari anak atau anggota keluarga terdekatnya. Dengan kata lain, kebanyakan orang masih memilih untuk merawat orangtuanya di rumah daripada dititipkan di panti wreda. Walau mungkin ia memiliki aktivitas atau kegiatan kerja yang sangat sibuk, tetai masih mau merawat orangtua sendiri di rumahnya. Meski mungkin membutuhkan bantuan anggota keluarga lain atau caregiver. Bagaimana cara merawat orangtua yang sudah lansia di rumah?  Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan: 1. Perhatikan pola sehari-hari lansia, bagaimana siklus kebiasaan dan kemampuannya dalam melakukan aktivitas harian. Misalnya, bangun tidur, buang air ke kamar mandi, mandi mengenakan pakai, makan, dan sampai  tidur malam. 2. Perhatikan dan awasi lansia ketika melakukan suatu kegiatan. Waspadai juga bila kemudian timbul masalah yang tak diduga. Misalnya, waktu ke toilet tiba-tiba terjatuh karena terpeleset, dan sebagainya. 3. Hindari menawarkan bantuan bila tak diminta oleh lansia. Juga, hindari melarang lansia melakukan sesuatu hal yang menurut Anda tidak yakin bisa dilakukan olehnya. Kenapa? Karena hal ini bisa jadi menyinggung perasaannya. 4. Tak kalah penting adalah pastikan lansia mendapat dukungan sosial dari orang lain. Hal ini akan membuat ia merasa dihargai, disayangi dan tentram bila kemudian ia membutuhkan bantuan tidak harus bersusah payah. Bagaimana?  Yuk, mulai merawat orangtua kita dengan telaten dan penuhi kebutuhannya dengan baik. Hilman/foto: freepik Narasumber ahli: DR. Dr. Czeresna Heriawan Soejono, SpPD-K-Ger, Mepid, FACP, FINASIM Divisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI - RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta  
Artikel
Video
Ahli
Konsultasi

Agenda